Mobil Dinas Pejabat Jadi Pintu Masuk: Polda Kaltim Gulung Sindikat Narkoba Jaringan Malaysia

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 17:02 WIB
Para tersangka.
Para tersangka.

BALIKPAPAN — Penangkapan seorang sopir dinas di Balikpapan membongkar rantai peredaran narkotika skala besar. Ditresnarkoba Polda Kalimantan Timur berhasil menyita hampir tiga kilogram sabu dan 1.900 butir ekstasi yang dikirim melalui jalur kargo udara dari sindikat internasional asal Malaysia.

Operasi pemberantasan narkoba ini mengamankan empat orang tersangka, yaitu WS, IN, AG alias Boy, serta IJA.

Pengungkapan bermula pada Rabu, 2 September 2026 sore di kawasan Jalan Ahmad Yani, Balikpapan Tengah. Tim Subdit I Ditresnarkoba Polda Kaltim menghadang sebuah mobil dinas Toyota Innova Zenix bernomor polisi KT 16** IN. Di dalam kendaraan operasional milik salah satu Kepala Dinas OPD Pemkot Balikpapan tersebut, petugas mengamankan WS yang merupakan sopir dinas bersama seorang rekannya, IN.

Baca Juga: Sopir Kadis di Balikpapan Diciduk Bawa Sabu di Mobil Dinas, Polda Kaltim Kejar Bandar Malaysia

Dari penggeledahan awal di dalam mobil dinas, polisi menyita belasan butir ekstasi dan satu poket sabu. Temuan ini menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk membongkar jaringan yang lebih besar. Hanya berjarak dua jam dari penangkapan pertama, polisi langsung menyergap AG alias Boy di kawasan Alamanda Barat, Balikpapan.

Dari keterangan para tersangka, bermuara nama IJA—seorang penasihat hukum di Jakarta yang juga mantan mediator hakim Pengadilan Agama Balikpapan sekaligus adik dari WS. IJA diduga menjadi figur kunci yang memesan barang haram tersebut dari jaringannya di Pekanbaru, Riau, yang terkoneksi langsung dengan sindikat asal Malaysia.

Perburuan berlanjut malam itu juga ke kediaman IJA di kawasan Pondok Karya Agung, Balikpapan Selatan. Di dalam kamar IJA, petugas menemukan tas belanja berisi tumpukan tiga bungkus besar sabu seberat 2.924 gram bruto dan kemasan emas berisi 1.900 butir ekstasi.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro menegaskan komitmen zero tolerance dalam penanganan kasus ini. Ia memastikan proses hukum berjalan tanpa pandang bulu dan menyasar hingga ke pimpinan jaringan.

"Polda Kaltim memastikan pengungkapan jaringan narkotika tidak berhenti pada pelaku yang sudah diamankan. Pemasok, pengendali, perantara hingga jaringan yang berada di belakangnya akan terus diburu," tegas Irjen Pol Endar Priantoro.

Sementara itu, Dirresnarkoba Polda Kaltim Kombes Pol Romylus Tamtelahitu menjelaskan bahwa penyidik masih mendalami penyalahgunaan mobil dinas tersebut, sembari menegaskan bahwa temuan di dalam kendaraan tidak serta-merta mengindikasikan keterlibatan pejabat pengguna mobil.

"Petugas mengamankan WS dan IN yang saat itu berada di dalam mobil dinas. Temuan narkotika di dalam kendaraan tidak dengan sendirinya menunjukkan keterlibatan pemilik atau pejabat yang berhak menggunakan, tetapi penindakan pertama inilah yang menjadi pintu masuk untuk mengungkap peredaran yang lebih besar," ujar Kombes Pol Romylus Tamtelahitu.

Saat ini seluruh tersangka beserta barang bukti hampir 3 kg sabu dan ribuan ekstasi telah diamankan di Mapolda Kaltim untuk proses penyidikan dan pengembangan jaringan lebih lanjut.(*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
sabu