Dugaan Cemburu Berujung Petaka, Pria Tua Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok di Kebun Sempaja Utara

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Sabtu, 24 Oktober 2026 | 09:36 WIB
La Taka ditemukan bersimbah darah di bawah pohon pisang di sebuah kebun di Jalan Batu Besaung, Kelurahan Sempaja Utara, La Taka mengalami sejumlah luka bacok.
La Taka ditemukan bersimbah darah di bawah pohon pisang di sebuah kebun di Jalan Batu Besaung, Kelurahan Sempaja Utara, La Taka mengalami sejumlah luka bacok.

SAMARINDA – Aksi penganiayaan berat mengguncang warga Jalan Batu Besaung, RT 28, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, pada Jumat (23/10/2026) siang. Seorang pria bernama La Taka (56) ditemukan bersimbah darah di area perkebunan warga usai menjadi korban pembacokan brutally yang diduga dipicu rasa cemburu.

Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 14.30 WITA dalam posisi terlentang di bawah pohon pisang tepat di belakang pemukiman warga. Kondisi La Taka sangat mengenaskan dengan luka sabetan senjata tajam di sekujur tubuh, bahkan lengan kanannya dilaporkan nyaris putus.

Pamapta 1 Polresta Samarinda Ipda Sofian Adi Cahyono mengonfirmasi kejadian tersebut. Dari informasi awal di lapangan, aksi penganiayaan diduga kuat dilakukan oleh seorang pria bernama Jumise yang dipicu masalah asmara atau kecemburuan.

“Korban mengalami luka parah di bagian kepala sebelah kanan, lengan kanan, paha sebelah kanan dan kiri, serta tangan sebelah kiri,” terang Ipda Sofian saat memberikan keterangan resmi di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS).

Usai melancarkan aksinya, Jumise sempat melarikan diri dari lokasi kejadian. Antara korban dan pelaku diketahui saling kenal, bahkan jarak antara rumah Jumise dengan lokasi tempat La Taka ditemukan tergeletak hanya berkisar 100 meter.

Beruntung, korban segera dievakuasi oleh tim relawan menggunakan ambulans menuju RSUD AW Sjahranie Samarinda guna mendapatkan penanganan medis darurat. Tak butuh waktu lama bagi aparat untuk meredam pelarian pelaku. Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang, Iptu Dedi Lantang mengungkapkan bahwa Jumise akhirnya berhasil diamankan setelah diserahkan oleh warga ke Mapolsekta Sungai Pinang.

“Untuk pelaku atas nama Jumise sudah diamankan di Mapolsek Sungai Pinang dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif,” tegas Iptu Dedi. Dedi menambahkan, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan motif utama di balik penganiayaan berdarah ini. Isu kecemburuan yang merebak di lapangan akan didalami lebih lanjut melalui keterangan pelaku serta saksi-saksi terkait.

Guna kepentingan penyidikan, polisi telah menyita sejumlah barang bukti yang diduga kuat digunakan dalam aksi penganiayaan tersebut, di antaranya satu buah celurit, linggis, dan sebatang balok kayu. "Kasus ini masih terus kami dalami," pungkas Dedi. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
samarinda