PROKAL.CO- Peredaran gelap narkotika di Kota Sampit kembali mendulang pukulan telak setelah Badan Narkotika Nasional berhasil membongkar jaringan pemasok barang haram asal Pontianak, Kalimantan Barat. Dalam operasi senyap tersebut, aparat gabungan mengamankan barang bukti fantastis berupa 10 kilogram sabu-sabu beserta empat orang pemuda yang bertindak sebagai kurir.
Pengungkapan jaringan narkotika lintas provinsi ini menjadi salah satu tangkapan terbesar yang berhasil diamankan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur dalam beberapa tahun terakhir. Keempat pemuda yang masing-masing berinisial AM (18), M (19), F (19), dan M (19) tersebut tak berkutik saat diringkus petugas di kawasan Jalan Patih Rumbi Barat, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit.
Operasi penangkapan yang berlangsung pada Kamis (5/11) tersebut bermula dari laporan masyarakat mengenai adanya rencana pengiriman pasokan narkotika skala besar dari Pontianak menuju Sampit. Menindaklanjuti informasi berharga itu, tim gabungan dari BNN Provinsi Kalimantan Tengah dan BNNK Kotim langsung bergerak cepat melakukan serangkaian penyelidikan di lapangan.
"Setelah melakukan penyelidikan, kami berhasil mengamankan terduga pelaku," kata Kepala BNNK Kotim, AKBP M Fadli.
Saat dilakukan penyergapan, keempat pelaku kedapatan sedang mengendarai sepeda motor sambil membawa barang bukti berbahaya tersebut. Dari hasil penggeledahan mendalam, petugas menemukan barang haram yang dikemas rapi di dalam jok kendaraan bermotor, meliputi dua bungkus besar kemasan teh Cina berisi sabu seberat 2 kilogram, 40 bungkus besar plastik klip berisi 4 kilogram sabu, 30 bungkus besar berisi 3 kilogram sabu, serta 20 bungkus sedang plastik klip dengan berat sekitar 1 kilogram.
"Selain itu, kami juga menemukan barang bukti pendukung berupa empat unit telepon genggam, uang tunai sebesar Rp3 juta, dan dua unit sepeda motor yang digunakan para pelaku untuk beroperasi," beber AKBP M Fadli.
Usai digelandang ke Markas BNNK Kotim, keempat tersangka kini harus mendekam di sel tahanan guna menjalani pemeriksaan intensif untuk membongkar jaringan di atasnya. Aparat memastikan perburuan terhadap pihak-pihak lain yang terlibat dalam sindikat ini akan terus dikembangkan.
"Ini merupakan keseriusan kami dalam memberantas narkoba di Kotim. Saat ini anggota terus dikerahkan untuk mengungkap kasus peredaran narkoba lainnya, khususnya di Kota Sampit," tegasnya menutup keterangan. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co