PROKAL.CO- Pelarian panjang seorang oknum guru berinisial F yang masuk dalam daftar pencarian orang dalam kasus pencabulan anak di bawah umur akhirnya berakhir di balik jeruji besi. Setelah sempat menjadi buronan dan menghilangkan jejak dengan beralih profesi menjadi pedagang ikan di pasar, kedok pelaku berhasil dibongkar berkat kesigapan aparat gabungan dari Tim Resmob Polres Seruyan bersama Satreskrim Polres Sukamara yang melacak persembunyiannya secara maraton.
Kasus bejat yang mencoreng dunia pendidikan ini mendapat perhatian serius dari jajaran kepolisian setempat. Mengingat dampak psikologis yang mendalam bagi para korban, pihak kepolisian mengimbau agar seluruh elemen masyarakat, khususnya para orang tua dan tenaga pendidik, senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap gerak-gerik individu yang berpotensi melakukan tindakan kejahatan seksual di lingkungan sekitar.
Dalam keterangannya, pihak kepolisian mengingatkan pentingnya peran aktif orang tua dan pihak sekolah dalam memantau kondisi mental serta perubahan perilaku anak sehari-hari. Ronny menekankan bahwa tanda-tanda anak yang mendadak menjadi penakut, tertutup, atau menunjukkan keengganan untuk pergi ke sekolah harus diwaspadai sebagai sinyal darurat adanya tekanan psikologis maupun kekerasan yang dialami.
"Orang tua kami minta membangun komunikasi terbuka agar anak berani menyampaikan pengalaman yang dialaminya. Segera laporkan kepada pihak kepolisian jika menemukan indikasi kekerasan terhadap anak," tegas Ronny dalam keterangannya untuk mengantisipasi agar kasus serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.
Kini, penyamaran rapi sang oknum pendidik sebagai penjual ikan di lapak pasar telah resmi runtuh. Di balik jeruji besi tahanan, F harus bersiap menghadapi proses hukum yang berlaku guna mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan bejatnya yang telah meninggalkan trauma berkepanjangan pada para siswanya. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co