Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tiga Perusda Kutai Barat Mati Suri, Pemerintah Lakukan Evaluasi Besar-besaran

Redaksi Prokal • 2026-02-16 12:30:00
Salah satu potret sudut kota Sendawar, bundaran macan dahan. (IST/KP)
Salah satu potret sudut kota Sendawar, bundaran macan dahan. (IST/KP)

 

SENDAWAR — Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) kini tengah menyoroti kinerja jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) setelah diketahui tiga dari empat perusahaan daerah yang ada berada dalam kondisi mati suri. Dari seluruh unit bisnis yang dimiliki daerah, praktis hanya Perumdam Tirta Sendawar yang saat ini masih produktif dan menjalankan fungsinya secara aktif.

Merespons fenomena tersebut, Bappeda Litbang bersama Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Kubar mulai mengambil langkah tegas dengan melakukan evaluasi besar-besaran. Berdasarkan fakta yang terungkap dalam Forum Group Discussion (FGD) baru-baru ini, tiga perusahaan lainnya yakni Perusda Witeltram, Sendawar Maju Sejahtera (SMS), dan Jasa Mas Luing Makmur (JLM) dilaporkan sudah dalam status non-aktif. Kondisi stagnan ini dipicu salah satunya oleh kekosongan struktur direksi yang hingga kini belum dilakukan pemilihan ulang.

Kondisi tersebut memancing reaksi keras dari masyarakat setempat yang menuntut pemerintah tidak hanya sekadar melakukan pendataan, tetapi juga evaluasi mendalam yang menyentuh akar permasalahan. Rifan, salah seorang warga Kutai Barat, menekankan pentingnya pemerintah melakukan audit menyeluruh terhadap ketiga perusda yang tidak beroperasi tersebut. Menurutnya, publik perlu mengetahui secara transparan alasan di balik mandeknya perusahaan-perusahaan tersebut, terutama terkait status penyertaan modal dari pemerintah serta pertanggungjawaban dana yang telah dikucurkan.

Saat ini, fokus utama pemerintah daerah adalah mencari formula yang tepat untuk menentukan nasib ketiga perusda tersebut, apakah akan dilakukan restrukturisasi kepemimpinan atau langkah strategis lainnya. Evaluasi ini menjadi sangat krusial agar aset dan modal yang telah ditanamkan oleh pemerintah daerah tidak terbuang sia-sia dan ke depannya setiap BUMD dapat memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan asli daerah (PAD) sebagaimana yang telah dilakukan oleh Perumdam Tirta Sendawar. (*)

Editor : Indra Zakaria