PROKAL.CO– Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur gencar menaikkan kelas destinasi wisata ikonik daerah di mata dunia. Salah satu yang kini menjadi sorotan utama adalah kawasan Danau Jempang di Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Destinasi eksotis ini dinilai magis karena berhasil mengawinkan keindahan alam liar yang asri dengan denyut nadi kebudayaan suku asli yang masih lestari.
Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi, menegaskan bahwa Danau Jempang bukan sekadar tempat rekreasi biasa, melainkan sebuah ekosistem pariwisata terpadu yang kaya akan nilai edukasi.
“Danau Jempang menyuguhkan keindahan yang terintegrasi antara keanekaragaman flora, fauna, dan kekayaan budaya lokal yang menjadi kebanggaan kita bersama,” ujar Ririn penuh kebanggaan saat ditemui di Samarinda. Membentang seluas kurang lebih 15.000 hektare dengan kedalaman mencapai 7 hingga 8 meter, Danau Jempang mengukuhkan posisinya sebagai salah satu danau terbesar dari 76 danau yang menghiasi sepanjang aliran Sungai Mahakam.
Ukurannya yang masif dan alamnya yang terjaga membuat danau ini bertransformasi menjadi surga bagi para pengamat burung (birdwatcher). Wisatawan dapat menyaksikan liukan anggun berbagai burung air seperti kuntul, bangau, walet, hingga cangak yang beterbangan bebas di atas permukaan air. Selain satwa udara, danau ini juga menjadi lumbung ikan lokal yang menghidupi roda ekonomi para nelayan tradisional setempat.
Daya pikat Danau Jempang kian lengkap berkat keberadaan Kampung Tanjung Isuy yang bertengger di tepiannya. Kampung ini tersohor sebagai benteng pertahanan budaya Dayak di Kutai Barat.
Di tempat ini, sejauh mata memandang, pengunjung akan dimanjakan dengan arsitektur megah rumah adat tradisional Lamin. Tidak hanya itu, para pelancong juga bisa berburu langsung kerajinan tangan autentik hasil rajutan jemari warga lokal, mulai dari anyaman rotan yang rumit hingga ukiran kayu yang bernilai seni tinggi.
Untuk mencecap langsung keindahan lanskap Danau Jempang, wisatawan memang dituntut memiliki stamina prima. Lokasinya berjarak sekitar 213 kilometer dari Kota Samarinda, yang artinya membutuhkan waktu tempuh berkendara darat selama 6,5 hingga 7 jam menuju Kampung Tanjung Isuy.
Sebagai opsi lain yang memacu adrenalin, wisatawan juga bisa memanfaatkan jalur susur sungai menggunakan perahu. Namun, jalur air ini memerlukan persiapan ekstra dan harus sangat memperhatikan faktor cuaca. Kendati rutenya cukup menantang, Dispar Kaltim menjamin lelahnya perjalanan akan langsung terbayar lunas saat bentang alam Danau Jempang menyapa pandangan mata. (*)
Editor : Indra Zakaria