PROKAL.CO, SENDAWAR — Kualitas udara di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), khususnya wilayah Sendawar, mengalami penurunan yang signifikan dan masuk dalam kategori tidak sehat pada Sabtu,(29/8/2026).
Penurunan kualitas udara ini terjadi seiring dengan semakin tebalnya kabut asap yang menyelimuti Bumi Tanaa Purai Ngeriman, sebutan Kabupaten Kubar.
Baca Juga: Ada Bazar Buku Murah di Perpustakaan Balikpapan, Catat Tanggalnya, Semua Buku di Bawah Rp 100 Ribu
Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kubar, pada pukul 08.31 Wita, angka pencemaran udara tercatat di level 138 dengan parameter kritis utama berupa PM_{2.5}.
Dengan tingkat tersebut, kualitas udara saat ini dinilai bersifat merugikan bagi kesehatan manusia, hewan, serta kelangsungan tumbuhan.
Sementara itu, kondisi meteorologi di wilayah ini menunjukkan tingkat kelembaban udara mencapai 89 persen, tekanan udara sebesar 1.080 mBar, serta suhu udara di kisaran 23°C.
Baca Juga: Kabar Baik, Masuk September Hujan Ringan Mulai Menerpa Beberapa Wilayah di Indonesia
Kondisi kabut asap yang kian pekat ini dipicu oleh belum padamnya kebakaran lahan di sejumlah lokasi.
Api dilaporkan masih terus membakar di beberapa titik, seperti di Kampung Pepas Eheng serta menyebar di berbagai kampung lainnya, sehingga membutuhkan penanganan cepat dari pihak terkait untuk mencegah dampak buruk yang lebih luas bagi warga.
"Mata perih, bernapas juga sesak," ungkap salah satu warga Kubar, Adelia.
Baca Juga: Suasana Penuh Kekeluargaan, Warga Puncak Permai Balikpapan Gelar Jalan Santai Hari Kemerdekaan
Akibat kabut yang semakin parah, sejumlah sekolah di Kubar melakukan pembelajaran mandiri di rumah, menyusul surat edaran bupati terkait kesiapsiagaan darurat karhutla di kabupaten ini. (*)
SUNARDI
Editor : Faroq ZamzamiSumber : Kaltim Post