TENGGARONG – Menghilang sejak pagi hari, seorang petani berinisial S (65) di RT 018 Dusun Kebon Rejo, Desa Kota Bangun III, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Kamis (15/5) kemarin.
Kapolsek Kota Bangun AKP Ribut mengatakan S ditemukan di kebun sawit miliknya pada malam hari oleh menantunya. Pada hari itu, kondisi cuaca adalah hujan deras diikuti petir. Mendiang S sudah pamit dari rumah untuk pergi berkebun sejak pukul 07.00 WITA. Namun hingga sore tidak kunjung pulang dan sulit dihubungi.
"Sudah sore almarhum terus dhibungi keluarga mengingatkan untuk pulang, namun tidak ada respons. Merasa khawatir menantunya inisiatif pergi ke kebun, dan almarhum ditemukan sekitar pukul 17.20 WITA dalam keadaan meninggal dunia,” ucap Ribut, Jumat (16/5).
S ditemukan dalam kondisi sujud di tengah kebunnya. Setelah ditemukan, S segera dibawa ke Puskesmas Rimba Ayu. Dari pemeriksaan tenaga medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhum. Berpulangnya S diduga kuat akibat tersambar petir, mengingat kondisi cuaca pada hari itu.
Ribut memastikan kepolisian telah berkoordinasi dengan keluarga mengenai kejadian dan saksi-saksi dari TKP. Dan pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka menolak melakukan visum atau autopsi terhadap mendiang, untuk segera dikebumikan.
“Kami dari kepolisian turut menyampaikan duka cita kepada keluarga korban. Dan kami juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada dalam beraktivitas di luar, meningat cuaca beberapa hari ke depan,” tutup Ribut. (moe)
Editor : Indra Zakaria