Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Empat Desa di Tenggarong Seberang Siap Bertransformasi Jadi Kawasan Terpadu Investasi Malaysia

Elmo Satria Nugraha • 2025-07-16 22:00:02
Kepala Desa Loa Raya, Martin (Elmo/Prokal.co)
Kepala Desa Loa Raya, Martin (Elmo/Prokal.co)

TENGGARONG – Empat desa di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, akan mengalami transformasi besar. Investor asal Malaysia tengah menjajaki investasi multi-sektor yang mencakup perkebunan, industri, pariwisata, hingga perumahan di kawasan seluas lebih dari 1.000 hektare.

Empat desa yang masuk dalam rencana pengembangan tersebut adalah Desa Loa Raya, Loa Pari, Loa Ulung, dan Tanjung Batu. Seluruh proyek akan dijalankan melalui PT Megah Utama Mandiri (MUM).

“Ini investasi besar dari grup usaha Malaysia yang dikendalikan Dato Tan Sri, pemilik saham mayoritas perusahaan MKH,” ungkap Kepala Desa Loa Raya, Martin, Rabu (16/7).

Dalam peta pengembangan, Desa Loa Raya akan difokuskan untuk budidaya durian, singkong, dan pisang. Desa Loa Pari diarahkan menjadi kawasan agrowisata dan perkebunan, Loa Ulung untuk hunian dan lahan tanam, sedangkan Tanjung Batu menjadi pusat industri dan pengolahan hasil pertanian.

Martin mengatakan, saat ini seluruh desa sudah dibagi ke dalam blok-blok fungsi, dan tim akan segera turun melakukan survei kesesuaian lahan.

“Lahan tetap milik warga. Skema kerja samanya berbasis bagi hasil,” jelas Martin.

Salah satu komponen utama proyek ini adalah pembangunan pabrik pengolahan hasil pertanian di Tanjung Batu, yang ditopang akses sungai dan rencana pembangunan pelabuhan kecil.

“Pabrik ini jadi kunci penguatan rantai pasok. Hasil tani dari empat desa akan ditampung di sini, dan bisa juga dari desa sekitar jika dibutuhkan,” tambahnya.

Sementara untuk pengembangan perumahan dan kawasan industri, pembebasan lahan akan dilakukan bertahap. Sisanya tetap dikelola masyarakat melalui koperasi desa atau BUMDes.

Martin menegaskan, warga akan memperoleh 25 persen dari hasil usaha, sedangkan 75 persen menjadi bagian investor.

“Ini langkah maju. Asalkan dikelola secara transparan dan profesional, masyarakat akan sangat diuntungkan,” pungkasnya. (adv/moe)

Editor : Indra Zakaria