PROKAL.CO, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyatakan kesiapan daerah untuk membuka fakultas kedokteran. Namun, ambisi tersebut belum dapat direalisasikan lantaran kebijakan nasional yang mewajibkan fakultas kedokteran berada di bawah perguruan tinggi atau university based, bukan rumah sakit.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menegaskan, dari sisi kesiapan daerah, Kukar sebenarnya telah memenuhi berbagai prasyarat, terutama infrastruktur dan fasilitas kesehatan. RSUD Aji Muhammad Parikesit dinilai telah layak menjadi rumah sakit pendidikan utama.
“Kita sudah sangat siap untuk punya fakultas kedokteran. Tetapi kebijakan sekarang ini fakultas kedokteran belum bisa hospital based, sehingga RSUD AM Parikesit tidak bisa,” kata Aulia.
Dalam regulasi yang berlaku, fakultas kedokteran hanya dapat didirikan oleh perguruan tinggi. Di Kukar, satu-satunya institusi yang berpeluang membuka fakultas kedokteran adalah Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta). Namun, menurut Aulia, kesiapan Unikarta saat ini masih terbatas.
Meski rencana tersebut belum dapat diwujudkan, RSUD AM Parikesit tetap menjalankan fungsi sebagai rumah sakit pendidikan. Saat ini, rumah sakit milik Pemkab Kukar itu bekerja sama dengan Universitas Mulawarman (Unmul) dan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) dalam mendukung proses pendidikan kedokteran dan tenaga kesehatan lainnya.
“Rumah sakit pendidikan di sini digunakan oleh Unmul dan UMKT. Kami aktif melayani dua universitas tersebut,” jelas Aulia.
Aulia menegaskan, kerja sama tersebut tidak menghilangkan prioritas bagi Kukar. Dalam perjanjian kerja sama telah diatur klausul bahwa apabila di kemudian hari terdapat universitas lokal di Kukar yang membuka fakultas kedokteran dan membutuhkan rumah sakit pendidikan tunggal, maka RSUD AM Parikesit akan menjadi prioritas utama.
“Perjanjiannya jelas, kalau nanti ada universitas lokal di Kutai Kartanegara yang membuka fakultas kedokteran dan membutuhkan single hospital, maka yang lain tidak kita layani,” tandas Aulia. (moe)
Editor : Indra Zakaria