PROKAL.CO, TENGGARONG – Perusahaan Air Minum Daerah (Perumda) Tirta Mahakam genap berumur 34 tahun pada tahun 2026 ini. Pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ini, Perumda Tirta Mahakam melakukan refleksi di umur yang mendekati empat dekade. Bukan sekedar evaluasi kinerja, namun untuk terus meneguhkan komitmen meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Komitmen ini disampaikan oleh Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam, Suparno—usai rangkaian puncak peringatan HUT ke-34 Perumda yang dipimpinnya, Senin (19/1). Ia mengatakan, HUT adalah momentum untuk refleksi. Mengingat bahwa tahun 2026 ini anggaran telah ditetapkan, Perumda Tirta Mahakm pun bergerak cepat untuk memaksimalkan percepatan pelayanan air bersih ke 20 kecamatan dan 193 desa di Kutai Kartanegara.
“Memang masih ada beberapa kendala dalam pelayanan, terutama pada pencapaian target kinerja penurunan non-revenue water (NRW). Saat ini NRW kami masih berada di angka 42 persen, sementara standar nasional berada di angka 25 persen. Inilah yang menjadi fokus percepatan kami,” tutur Suparno.
Tidak berdiri sendiri, Suparno memastikan bahwa Perumda Tirta Mahakam telah menggandeng beberapa mitra dari pihak ketiga untuk mencapai penanganan NRW. Sebagaimana program penurunan kebocoran ini sudah berhasil dilakukan di beberapa daerah lain. Dan Perumda Tirta Mahakam berkeinginan kinerja serupa bisa diterapkan di Kukar.
“Kebocoran air berarti potensi pendapatan yang seharusnya bisa diperoleh perusahaan tidak masuk. Selain itu, NRW juga sangat memengaruhi kontinuitas pelayanan, karena tekanan air yang seharusnya optimal menjadi terganggu akibat kebocoran. Oleh karena itu, penurunan NRW menjadi target utama kinerja kami pada semester awal ini,” tutup Suparno.
Sementara itu, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri turut menegaskan bahwa di umur 34 tahun ini Perumda Tirta Mahakam mesti terus tumbuh bersama masyarakat. Sesuai dengan temanya, isu tumbuh bersama ini berarti menjaga kepercayaan dan pelayanan terhadap masyarakat Kukar. Yang setiap harinya mempercayakan hak mereka terhadap pemerintah, terkhusus dalam kebutuhan air bersih.
“Pesan besar kami di usia ke-34 ini adalah menjaga kontinuitas dan kualitas pelayanan air bersih,“ pesan Aulia.
Saat ini sendiri, kontinuitas aliran air bersih yang sudah terpasang sudah mencakup sekitar 42 persen, yang terus mengalir secara terus-menerus tanpa gangguan. Namun NRW masih di 40 hingga 42 persen, yang berarti tingkat kebocoran masih cukup tinggi. Aulia harap kebocoran ini dapat terus ditekan sehingga di bawah ambang toleransi, yakni sekitar 25 persen.
“Karena setiap kebocoran air itu setara dengan potensi pendapatan yang seharusnya bisa diterima oleh Perumda Tirta Mahakam,” tuturnya.
Aulia turut mengapresiasi langkah-langkah konkret yang sudah dilakukan Perumda Tirta Mahakam, salah satunya bekerja sama dengan pihak ketiga melalui pemasangan teknologi berbasis artificial intelligence (AI) untuk mendeteksi titik-titik kebocoran. Harapannya, setiap kebocoran bisa segera ditangani secara efisien. Dengan target penurunan NRW bisa mencapai dua hingga tiga persen.
“Kami mengapresiasi Perumda Tirta Mahakam karena terus berbenah. Data statistik menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan, baik dari sisi kontinuitas maupun kualitas layanan. Ke depan, kami berharap kinerjanya bisa jauh lebih baik lagi,” pinta Aulia. (moe)
Editor : Indra Zakaria