KUTAI KARTANEGARA – Nasib tragis menimpa MN, seorang pekerja tambak berusia 40 tahun di Kelurahan Muara Kembang, Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara. Korban dinyatakan hilang setelah diterkam seekor buaya muara saat sedang melakukan panen udang pada Senin malam. Hingga pencarian hari pertama berakhir, tim gabungan hanya berhasil menemukan potongan tangan kiri korban yang diduga terseret oleh sang predator.
Peristiwa memilukan ini bermula ketika korban bersama sejumlah kerabat tengah membantu pemilik empang melakukan panen pada pukul 23.30 WITA. Proses panen yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi mencekam saat jaring berisi udang tersangkut di saluran pintu air. Korban memutuskan turun ke air untuk melepaskan jambatan jaring tersebut, namun tanpa disadari seekor buaya telah mengintai dan langsung menyambar tubuhnya. Kejadian yang berlangsung sangat cepat itu disaksikan langsung oleh kerabat dan anak korban yang berada di lokasi.
Keluarga dan warga setempat segera melakukan pencarian sejak malam kejadian hingga Selasa pagi. Namun, harapan untuk menemukan MN dalam keadaan selamat sirna ketika pada pukul 11.00 WITA, pihak keluarga hanya menemukan potongan tangan kiri korban. Bagian tubuh tersebut ditemukan sejauh 300 meter dari titik awal serangan, yang memperkuat dugaan bahwa korban telah diseret masuk lebih dalam ke area habitat buaya.
Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian ini ke petugas Dinas Damkarmatan Kukar di Kecamatan Muara Jawa pada siang harinya. Laporan tersebut segera ditindaklanjuti dengan penerjunan Tim SAR Gabungan ke lokasi kejadian. Menggunakan perahu karet dan peralatan penyelamatan, petugas menyisir area perairan dan rawa-rawa di sekitar tambak hingga pukul 18.00 WITA, namun tubuh korban masih belum ditemukan.
Kepala Dinas Damkarmatan Kukar, Fida Hurasani, menyatakan bahwa operasi pencarian akan dilanjutkan kembali pada Rabu pagi. Ia juga memberikan peringatan keras kepada masyarakat, khususnya para petambak di Kalimantan Timur, untuk lebih waspada terhadap keberadaan buaya muara.
Aktivitas di dalam air pada malam hari dinilai sangat berisiko karena merupakan waktu aktif bagi predator tersebut untuk mencari mangsa. Hingga saat ini, keluarga korban masih menunggu di lokasi dengan harapan jasad korban dapat segera ditemukan untuk dimakamkan secara layak. (*)
Editor : Indra Zakaria