PROKAL.CO, TENGGARONG – Hari Minggu (18/1) di Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terasa amat damai sebelum Alpianur kembali ke rumahnya. Alpianur, yang merupakan pengidap gangguan jiwa biasa mengayuh sepedanya keliling kampung seorang diri. Namun hari itu, tubuh ia tidak dikenali keluarganya—ia merintih kesakitan dengan luka bakar di sekujur tubuhnya.
Keluarga Alpianur sakit hati, tidak terima bahwa ada yang tega melukai pria berusia 50 tahun tersebut. Salah satu anggota keluarganya mengungkapkan, hari Minggu tersebut biasa saja—Alpianur mengayuh sepeda tanpa tujuan. Ia biasa pulang sebelum matahari terbenam, namun saat kembali ke rumah di sore hari—Alpianur merintih kesakitan dan mengulang-ulang kalimat yang sama.
“Dia bilang ‘saya di bakar orang’ berulang kali di lapangan bola desa,” ucapnya, mengingat kembali kondisi campur aduk mereka saat mendengar kabar tersebut.
Saat ditanya oleh pihak keluarga, Alpianur mengaku disiram bensin dan Dibakar di sekitar lapangan bola Desa Loa Duri Ulu. Kondisi gangguan jiwa sudah sejak lama diidap Alpianur, sehingga sulit bagi keluarga untuk mengkonfirmasi kejadian ini. Lantaran tidak ada saksi, tidak ada kepastian—hanya ada luka bakar yang membuat tubuhnya lemah.
Ironisnya, Alpianur baru mendapatkan penanganan medis sekitar satu hari setelah kejadian. Keterbatasan pengetahuan keluarga, kondisi korban yang tidak stabil, serta kebingungan menghadapi situasi darurat menjadi penyebab keterlambatan penanganan.
Sampai saat ini, kasus tersebut belum dilaporkan secara resmi ke kepolisian. Akibatnya, belum ada penyelidikan untuk memastikan apakah Alpianur benar-benar menjadi korban tindak kekerasan atau mengalami kecelakaan.
Di tengah belum jelasnya peristiwa yang menimpa Alpianur, korban memerlukan perlindungan dan perawatan yang layak. Dengan keterbatasan kondisi kejiwaan, Alpianur berada pada posisi yang sangat rentan dan tidak memiliki kemampuan penuh untuk membela diri ataupun memastikan keselamatannya sendiri.
Kondisi Alpianur memerlukan perhatian serius bukan hanya dari orang sekitarnya, namun juga dari aparat penegak hukum dan pemerintah setempat agar kasus ini tidak berhenti sebagai cerita tanpa kejelasan. Kepastian keselamatan dan pemulihan Alpianur adalah langkah awal, sekaligus bentuk tanggung jawab bersama untuk melindungi warga yang paling lemah di tengah masyarakat. (moe)
Editor : Indra Zakaria