PROKAL.CO, TENGGARONG – Isu penggunaan atlet luar daerah di Porprov Kalimantan Timur ditepis Pemkab Kutai Kartanegara. Dispora Kukar menegaskan hanya atlet lokal ber-KTP Kukar yang berhak memperkuat kontingen daerah, sejalan dengan komitmen pembinaan atlet sejak awal.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan kebijakan tersebut merupakan kesepakatan bersama antara Pemkab Kukar dan KONI sejak awal persiapan Porprov. Prinsip pembinaan atlet daerah menjadi fokus utama agar ruang prestasi terbuka luas bagi putra-putri Kukar.
“Sejak awal sudah disepakati, atlet Porprov Kukar harus benar-benar dari daerah sendiri. Tidak ada atlet luar,” tegas Ali, Jumat (23/1).
Penegasan itu disampaikan menyusul mencuatnya isu penggunaan atlet luar daerah oleh sejumlah cabang olahraga. Menurut Ali, komitmen terhadap pembinaan atlet lokal tidak boleh terganggu oleh kepentingan jangka pendek.
Terkait cabang olahraga bowling yang disebut-sebut terkendala fasilitas sehingga menggunakan atlet luar, Ali meluruskan informasi tersebut. Ia menegaskan persoalan yang muncul bukan disebabkan minimnya sarana latihan.
“Bukan karena kita tidak punya fasilitas. Informasi dari KONI, bowling memang sudah tidak termasuk dalam cabor yang dipertandingkan di Porprov,” jelasnya.
Di sisi lain, Dispora Kukar terus melakukan pembenahan menyeluruh terhadap cabang olahraga yang berada di bawah pembinaan. Mulai dari penataan kepengurusan, penguatan sistem pembinaan prestasi, penjaringan bibit atlet, hingga pemenuhan sarana dan prasarana olahraga.
Untuk Porprov Kaltim mendatang, Kukar dipastikan akan mengikuti 56 cabang olahraga. Hampir seluruh cabor dinyatakan siap berlaga, kecuali cabang olahraga laut seperti layar yang belum dapat diikuti karena keterbatasan sumber daya.
“InsyaAllah ada 56 cabor yang kita ikuti dan semuanya siap. Atletnya kita jamin dari Kukar semua, tidak ada dari luar daerah,” ujarnya.
Meski menutup pintu bagi atlet luar daerah, Dispora Kukar tetap membuka peluang mendatangkan pelatih dari luar. Pelatih dengan kompetensi dan standar tertentu dinilai masih dibutuhkan untuk mendukung peningkatan kualitas dan prestasi atlet Kukar.
Selain kesiapan teknis, aspek non-teknis juga mulai dimatangkan. Dispora Kukar telah melakukan penjajakan awal ke Kabupaten Paser terkait kebutuhan akomodasi, seperti hotel dan fasilitas pendukung, guna mengantisipasi keterbatasan tempat akibat tingginya jumlah peserta Porprov.
Dispora Kukar juga terus berkoordinasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), khususnya terkait usulan penambahan anggaran untuk pelaksanaan training center (TC).
“TC ini penting agar atlet lebih fokus menjalani latihan dan persiapan menuju Porprov,” tutup Ali. (moe)
Editor : Indra Zakaria