Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Ramadan 1447 H, Lapas Tenggarong Ubah Skema Kunjungan dan Buka Puasa Bersama WBP

Elmo Satria Nugraha • 2026-02-19 21:52:43
Kalapas Kelas IIA Tenggarong, Suparman (Istimewa)
Kalapas Kelas IIA Tenggarong, Suparman (Istimewa)

PROKAL.CO, TENGGARONG — Suasana Ramadan membawa perubahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong. Di tengah ibadah puasa 1447 Hijriah/2026 Masehi, manajemen lapas menyesuaikan alur layanan agar tetap optimal sekaligus memberi ruang kebersamaan bagi warga binaan dan keluarga.

Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, Suparman, mengatakan perubahan tersebut merupakan komitmen jajarannya untuk memastikan layanan pemasyarakatan tetap berjalan baik selama bulan suci.

“Perubahan ini komitmen dari jajaran Lapas Tenggarong untuk menjamin terselenggaranya layanan Pemasyarakatan secara optimal walaupun dalam suasana puasa,” ungkap Suparman saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (19/2/2026).

Ia menjelaskan, penyesuaian dilakukan terutama pada layanan kunjungan dan penitipan barang. Jika pada hari biasa jadwal kunjungan dibagi menjadi tiga sesi terpisah antara tahanan dan narapidana, maka selama Ramadan kunjungan dilaksanakan dalam satu sesi dengan durasi lebih panjang tanpa pemisahan jadwal.

Kunjungan dibuka pukul 09.00 hingga 12.00 Wita, dilanjutkan penitipan barang atau makanan pada pukul 12.00 hingga 14.00 Wita. Layanan tersebut berlaku dari Senin sampai Kamis, sementara hari Sabtu dikhususkan untuk penitipan barang atau makanan saja.

“Untuk layanan kunjungan dimulai dari pukul 09.00 sampai dengan 12.00 Wita dan penitipan barang/makanan dimulai pada pukul 12.00 sampai dengan 14.00 Wita,” jelasnya.

Tak hanya itu, setiap hari Jumat selama Ramadan, pihak lapas juga membuka kesempatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk berbuka puasa bersama keluarga.

“Untuk skema dan mekanismenya sementara kami siapkan dan tetap memperhatikan aspek keamanan juga dalam pelaksanaannya,” imbuh Suparman.

Terkait Remisi Khusus Idulfitri, Suparman menyampaikan saat ini proses pengusulan tengah berjalan. Hingga 19 Februari 2026, sebanyak 637 WBP telah diusulkan menerima remisi dari total 1.339 penghuni lapas.

“Per tanggal 19 Februari ini total WBP yang diusulkan sebanyak 637 orang dari total penghuni saat ini sebanyak 1.339 orang, jumlah usulan juga kemungkinan bisa bertambah mengingat sebanyak 421 orang tahanan sedang menjalani proses persidangan,” ujarnya.

Penyesuaian layanan ini diharapkan mampu menjaga kualitas pelayanan pemasyarakatan sekaligus menghadirkan nuansa Ramadan yang lebih hangat bagi warga binaan dan keluarga mereka. (moe)

Editor : Indra Zakaria