Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kukar Siap Kerja Disulap Jadi Job Fair Everyday, Perusahaan Bisa Akses Database Tenaga Kerja Terlatih

Redaksi Prokal • 2026-02-22 17:16:30

 

Kukar Job Fair Tahun 2025 lalu di Stadion Aji Imbut Tenggarong Seberang (Elmo/Prokal.co)
Kukar Job Fair Tahun 2025 lalu di Stadion Aji Imbut Tenggarong Seberang (Elmo/Prokal.co)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan pembaruan besar pada aplikasi Kukar Siap Kerja. Platform yang sebelumnya difungsikan sebagai sarana pendaftaran pelatihan itu akan dikembangkan menjadi sistem terpadu yang mempertemukan pencari kerja, pelatihan kompetensi, dan perusahaan dalam satu ekosistem digital.

Sekretaris Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan (Distransnaker) Kukar, Dendy Irwan Fahriza, mengatakan konsep yang dibangun tidak lagi sekadar pelaksanaan job fair berkala.

“Jadi sistem ini tidak hanya menampilkan lowongan. Perusahaan juga bisa mengakses database tenaga kerja yang sudah terdata dan sudah dilatih,” ujar Dendy, Minggu (22/2/2026).

Ia menjelaskan, penguatan sistem dimulai dari pemetaan kebutuhan riil dunia usaha. Pemerintah daerah akan mengidentifikasi jenis tenaga kerja yang dibutuhkan industri, seperti welder, driver, hingga tenaga teknis lainnya. Kesenjangan kompetensi yang ditemukan akan dijawab melalui program pelatihan yang disiapkan Distransnaker Kukar.

Peserta yang telah mengikuti pelatihan dan dinyatakan kompeten akan masuk dalam basis data aplikasi. Data tersebut tersaji lengkap by name by address berikut alamat email, sehingga memudahkan perusahaan menelusuri kandidat sesuai kebutuhan.

“Kalau perusahaan butuh 10 driver atau beberapa welder, mereka tinggal akses aplikasi. Sistem akan menampilkan SDM yang tersedia dan sudah tersertifikasi,” katanya.

Tak hanya itu, sistem juga dirancang mampu mengirim notifikasi otomatis kepada pencari kerja yang profilnya sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Dengan pola ini, proses rekrutmen tidak lagi bergantung pada agenda tatap muka, melainkan berjalan dinamis setiap saat.

Langkah tersebut, menurut Dendy, selaras dengan arahan Bupati Kukar untuk menghadirkan konsep job fair everyday, yakni akses terhadap lowongan dan proses seleksi yang dapat dilakukan kapan saja tanpa harus menunggu kegiatan tertentu.

Meski berbasis digital, pelaksanaan job fair konvensional tetap akan digelar. Skemanya dibagi dalam tiga zona, yakni wilayah hulu, tengah, dan pesisir. Bedanya, pendekatan kali ini lebih terarah karena perusahaan lebih dulu menyampaikan kebutuhan tenaga kerja beserta progres penerimaannya.

Saat ini, Kukar Siap Kerja sudah aktif dan dominan digunakan untuk pendaftaran pelatihan. Sejak Januari 2026, sekitar 2.000 orang tercatat mendaftar melalui platform tersebut.

Sistem yang ada tetap berjalan sambil menunggu penyempurnaan versi terbaru. Dalam waktu dekat, Distransnaker akan berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika untuk menyusun alur proses bisnis sistem baru, termasuk penguatan database dan desain aplikasi yang lebih ramah pengguna.

“Mudah-mudahan uji coba bisa kita lakukan pada Maret. Targetnya Maret atau April sistem ini sudah bisa berjalan lebih konkret,” ujarnya.

Melalui sistem ini, pemerintah daerah juga dapat melacak tenaga kerja yang terserap usai mengikuti pelatihan. Data penempatan kerja akan terekam secara digital sehingga kebijakan ketenagakerjaan dapat disusun lebih terukur.

Skema yang ditawarkan pun fleksibel. Masyarakat yang belum memiliki keterampilan dapat mendaftar pelatihan, sementara yang sudah memiliki sertifikasi bisa langsung mendaftarkan diri sebagai pencari kerja dalam aplikasi.

Dengan pembaruan tersebut, Kukar Siap Kerja diharapkan tidak sekadar menjadi etalase lowongan, melainkan instrumen pengendali tingkat pengangguran terbuka berbasis sistem pemerintahan elektronik.

“Kami berharap pendekatan digital ini mampu mempercepat pertemuan antara kebutuhan industri dan kesiapan tenaga kerja lokal,” pintanya. (moe)

Editor : Indra Zakaria