PROKAL.CO, TENGGARONG – Hujan deras disertai petir yang mengguyur perairan Sungai Tamapole, Kecamatan Muara Jawa, berujung petaka. Seorang nelayan dilaporkan tenggelam setelah perahunya karam, dan hingga kini masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Peristiwa itu terjadi di perairan Sungai Tamapole RT 02, Kelurahan Tamapole, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara. Operasi bantuan SAR resmi dilaksanakan pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 12.00 WITA.
Kasat Polairud Polres Kutai Kartanegara, AKP Benedict Jaya, dalam laporan resminya kepada Kapolres Kukar menyampaikan bahwa pencarian dilakukan setelah adanya laporan warga terkait perahu yang tenggelam disertai hilangnya korban di lokasi kejadian.
Korban diketahui bernama Udi (36), nelayan asal Muara Ulu Kecil RT 12, Kelurahan Muara Kembang, Kecamatan Muara Jawa. Ia lahir di Muara Kembang pada 3 Agustus 1989 dan sehari-hari bekerja sebagai nelayan.
Berdasarkan keterangan saksi sekaligus istri korban, Sukmawati (31), peristiwa terjadi pada Minggu (1/3/2026). Saat itu korban berangkat seorang diri menggunakan perahu dari Muara Ulu Kecil menuju Muara Kembang.
“Korban berangkat sendiri menggunakan perahu yang dikemudikannya. Saat melintasi Sungai Tamapole, cuaca dalam kondisi hujan disertai petir, kemudian perahu tenggelam bersama korban,” jelas Benedict.
Hingga Minggu malam sekitar pukul 20.30 WITA, korban belum ditemukan. Proses pencarian pun terus dilakukan dengan menyisir area sekitar lokasi kejadian.
Dalam operasi tersebut, personel Satpolairud yang diterjunkan antara lain BRIPKA Andri Wibowo dan BRIPKA Dwika Satryawan. Unsur lain yang terlibat meliputi Ditpolairud Polda Kaltim, TNI AL Patkamla Lamaru, Basarnas Balikpapan, Damkar Muara Jawa, serta relawan dan masyarakat sekitar.
“Korban hingga saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan. Situasi di lapangan berjalan aman dan kondusif,” ujarnya.
Tim SAR terus melakukan upaya maksimal dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan arus sungai yang cukup deras. Kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem saat beraktivitas di perairan guna menghindari kejadian serupa. (moe)
Editor : Indra Zakaria