PROKAL.CO, TENGGARONG – Suasana Ramadan di Kelurahan Maluhu kembali semarak. Festival Ramadan yang digagas masyarakat setempat kembali digelar dan menjadi ruang bagi anak-anak hingga remaja untuk menyalurkan bakat sekaligus memperkuat syiar Islam.
Kegiatan tahunan yang telah memasuki pelaksanaan keenam tersebut berlangsung meriah dan melibatkan ratusan peserta dari berbagai RT di Kelurahan Maluhu.
Ketua Panitia, Zaky Sanjaya, menjelaskan bahwa Festival Ramadan Maluhu berawal dari inisiatif warga yang kemudian berkembang menjadi kegiatan bersama pemuda dan masyarakat.
“Festival Ramadan Maluhu tahun ini merupakan penyelenggaraan yang keenam. Awalnya kegiatan ini digagas warga, lalu kami kembangkan bersama Karang Taruna dan juga didukung Karang Taruna di tingkat RT sehingga bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Dalam rangkaian kegiatan, panitia menghadirkan berbagai perlombaan bernuansa religi yang melibatkan peserta dari kalangan anak-anak hingga remaja. Pada hari pertama digelar lomba kaligrafi dan hafalan surah pendek.
“Untuk malam pertama kami menggelar lomba kaligrafi dan hafalan surah pendek. Selanjutnya akan dilanjutkan dengan lomba azan, tartil, serta cerdas cermat,” jelas Zaky.
Festival Ramadan tersebut berlangsung selama tiga hari, yakni mulai 5 hingga 7 Ramadan. Antusiasme masyarakat pun cukup tinggi dengan jumlah peserta yang diperkirakan mencapai sekitar 130 orang.
“Secara keseluruhan jumlah peserta kurang lebih sekitar 130 orang yang mengikuti berbagai kategori lomba,” tambahnya.
Menurut Zaky, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan ini sudah menjadi agenda yang selalu dinantikan warga setiap Ramadan.
“Melihat antusiasme warga tentu kami sangat bersyukur. Festival Ramadan ini memang selalu ditunggu oleh masyarakat Maluhu setiap tahunnya,” katanya.
Ia juga menuturkan bahwa pelaksanaan tahun ini berjalan lebih lancar dibanding tahun sebelumnya. Salah satunya karena lokasi kegiatan yang dinilai lebih mendukung.
“Tahun ini pelaksanaan terasa lebih mudah karena lokasi kegiatan cukup mendukung. Koordinasi dengan panitia maupun masyarakat juga jadi lebih lancar,” ujarnya.
Dari sisi pendanaan, kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Selain mengajukan proposal ke sejumlah instansi, panitia juga memperoleh kontribusi dari masyarakat, kecamatan, serta dukungan dari RT setempat.
“Kami mengajukan proposal ke beberapa dinas, lalu ada juga dukungan dari masyarakat dan pihak kecamatan. Setiap RT juga ikut berkontribusi sehingga kegiatan ini bisa terselenggara,” ungkapnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Maluhu, Iwan Setiawan, menyampaikan bahwa Festival Ramadan pertama kali digelar pada 2020 dan terus berlanjut hingga kini berkat dukungan masyarakat.
“Festival Ramadan ini pertama kali dilaksanakan pada 2020 dan tahun ini sudah memasuki penyelenggaraan yang keenam. Alhamdulillah sampai sekarang kegiatan ini tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk swadaya masyarakat yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari lembaga kemasyarakatan hingga para ketua RT.
“Dukungan masyarakat sangat besar, baik dalam bentuk tenaga, dana, maupun konsumsi. Dengan kebersamaan dan gotong royong itulah kegiatan ini bisa terus berjalan setiap tahun,” jelasnya.
Iwan berharap Festival Ramadan Maluhu dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang sebagai wadah kegiatan positif bagi generasi muda sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.
“Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut karena menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan serta silaturahmi masyarakat,” pungkasnya. (moe)
Editor : Indra Zakaria