Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pemkab Kukar Siapkan Rp15 Miliar Perbaiki Jalan Kota Bangun–Kenohan

Elmo Satria Nugraha • 2026-03-10 17:00:09

Jalan poros Kota Bangun-Kenohan yang rusak (Istimewa)
Jalan poros Kota Bangun-Kenohan yang rusak (Istimewa)

PROKAL.CO, TENGGARONG — Harapan warga yang saban hari melintasi jalan rusak di jalur Kota Bangun menuju Kenohan mulai menemukan titik terang. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menyiapkan anggaran Rp15 miliar untuk memperbaiki ruas jalan yang selama ini menjadi akses utama masyarakat di kawasan tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kukar Wiyono mengatakan pembahasan percepatan penanganan jalan tersebut telah dilakukan langsung bersama Bupati Kukar. Pemerintah daerah pun diminta segera menyiapkan langkah konkret agar perbaikan bisa dipercepat.

“Bupati meminta agar penanganan di lapangan bisa dipercepat sesuai dengan kemampuan anggaran,” kata Wiyono, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan, total panjang ruas jalan yang mengalami kerusakan diperkirakan sekitar 4 kilometer. Dari jarak tersebut, terdapat tujuh titik dengan kondisi rusak berat sehingga menjadi prioritas penanganan.

Untuk tahap awal, Pemkab Kukar telah menyiapkan anggaran melalui APBD 2026. Dana itu terdiri dari Rp5 miliar untuk kegiatan pemeliharaan rutin dan Rp10 miliar yang dialokasikan untuk pekerjaan konstruksi.

Meski demikian, Wiyono mengakui keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan dalam penanganan infrastruktur jalan di Kukar. Dan Dinas PU juga harus menangani kerusakan jalan di sejumlah wilayah lain seperti Muara Kaman serta beberapa kecamatan lainnya.

Dengan luas wilayah Kukar yang besar, perbaikan jalan harus dilakukan secara bertahap. Pemerintah daerah pun memprioritaskan titik-titik yang kerusakannya paling parah dan berdampak besar terhadap mobilitas masyarakat maupun distribusi barang.

Selain faktor anggaran, kondisi teknis di lapangan juga memengaruhi tingkat kerusakan jalan. Menurut Wiyono, tidak semua ruas dapat diperbaiki hanya dengan pelapisan aspal karena kondisi tanah di beberapa titik cukup berat.

“Kelas jalan kabupaten itu sebenarnya dirancang untuk beban sekitar delapan sampai 10 ton. Namun kendaraan yang melintas sering kali melebihi kapasitas tersebut, ditambah pengaruh cuaca,” jelasnya.

Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus melakukan penanganan secara bertahap setiap tahun. Meski demikian, laju kerusakan jalan kerap lebih cepat dibanding kemampuan anggaran untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh.

“Penanganan terus dilakukan setiap tahun, tetapi tingkat kerusakan jalan sering kali lebih cepat dibanding kemampuan anggaran untuk memperbaikinya,” pungkasnya. (moe)

Editor : Indra Zakaria