Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Waspada..!! Ada 105 Suspek Campak Tercatat di Kukar, Samboja Jadi Wilayah dengan Temuan Tertinggi

Elmo Satria Nugraha • 2026-03-10 17:02:14

Ilustrasi
Ilustrasi

PROKAL.CO, TENGGARONG — Ratusan kasus suspek Campak mulai terdeteksi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sejak awal tahun. Hingga pekan ke-8 tahun 2026 atau akhir Februari lalu, Dinas Kesehatan Kukar mencatat sebanyak 105 kasus yang dilaporkan dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di daerah tersebut.

Meski demikian, seluruh kasus tersebut masih berstatus suspek karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Ketua Tim Surveilans Imunisasi dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (SIPKLB) Dinas Kesehatan Kukar, Hamdana Yunisar, membenarkan adanya temuan tersebut.

“Iya kalau kasusnya ada. Sampai minggu ke-8 itu yang baru direkap ada 105 kasus, tapi ini masih suspek karena belum ada hasil laboratoriumnya,” ujarnya saat ditemui, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan, pencatatan kasus dilakukan berdasarkan laporan mingguan dari fasilitas pelayanan kesehatan yang dihimpun melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).

Dari laporan tersebut, suspek campak ditemukan di sejumlah wilayah kerja puskesmas dari total 32 puskesmas yang ada di Kukar. Temuan terbanyak tercatat di Kecamatan Samboja.

“Yang paling tinggi ditemuan kasusnya itu di wilayah Samboja. Dari laporan SKDR, di Rumah Sakit Abadi Samboja saja ada 38 suspek,” jelasnya.

Selain itu, kasus juga dilaporkan dari beberapa puskesmas di wilayah tersebut, di antaranya Puskesmas Samboja sebanyak delapan kasus, Puskesmas Sungai Merdeka 12 kasus, serta Puskesmas Handil Baru 10 kasus.

Menurut Hamdana, tingginya temuan kasus di wilayah Samboja tidak terlepas dari mobilitas masyarakat yang cukup tinggi. Wilayah pesisir tersebut menjadi daerah perlintasan yang berbatasan langsung dengan Balikpapan.

“Wilayah pesisir seperti Samboja ini kan daerah perlintasan. Mobilitas masyarakatnya cukup tinggi, termasuk dari Balikpapan, sehingga potensi penularan juga bisa lebih besar,” katanya.

Selain faktor mobilitas, sebagian kasus suspek yang ditemukan juga memiliki riwayat imunisasi yang tidak lengkap, khususnya imunisasi campak.

Ia menegaskan, campak sebenarnya merupakan penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. Rendahnya cakupan imunisasi dapat menyebabkan kekebalan kelompok di suatu wilayah tidak terbentuk dengan baik sehingga memicu munculnya kasus di masyarakat.

Karena itu, Dinas Kesehatan Kukar terus melakukan langkah mitigasi, termasuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi bagi anak.

Hamdana mengimbau para orang tua, khususnya yang memiliki bayi dan balita, untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal dengan mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.

“Campak ini bisa dicegah. Karena itu kami berharap orang tua yang memiliki bayi atau balita segera melengkapi imunisasinya dengan mendatangi fasilitas kesehatan terdekat,” pungkasnya. (moe)

Editor : Indra Zakaria