Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Salurkan 2.800 Tabung per Hari. PT Nararya Pastikan Stok LPG 3 Kg di Kukar pada Idulfitri 1447 Hijriah Aman

Elmo Satria Nugraha • 2026-03-16 16:17:29

Distribusi LPG 3 Kilogram PT Nararya (Istimewa)
Distribusi LPG 3 Kilogram PT Nararya (Istimewa)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Ketersediaan LPG 3 kilogram di Kabupaten Kutai Kartanegara dipastikan dalam kondisi aman menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Distributor LPG, PT Nararya, menyebut pasokan gas bersubsidi itu tetap lancar dengan tambahan alokasi dari Pertamina untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat.

Direktur PT Nararya, Windi Novri Ananta, mengatakan hingga saat ini distribusi LPG di wilayah Kukar masih berjalan normal tanpa kendala berarti.

“Untuk kami yang mengirim ke 75 pangkalan di Kukar. Alhamdulillah sampai hari ini tidak ada kendala distribusi maupun pengambilan di SPBE, semuanya lancar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rata-rata penyaluran LPG 3 kilogram dari PT Nararya mencapai sekitar 2.800 tabung setiap hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Rata-rata per hari yang kami salurkan kurang lebih 2.800 tabung. Kemarin juga kami mendapat tambahan alokasi untuk menjelang Lebaran,” katanya.

Menurut Windi, tambahan pasokan tersebut diberikan oleh Pertamina untuk menjaga stabilitas stok dan harga selama periode hari besar keagamaan.

“Dari Pertamina, kami berkolaborasi dengan instansi terkait dan mendapat tambahan sekitar 2.800 tabung lagi pada tanggal 19,” jelasnya.

Selain itu, tambahan distribusi juga diberikan saat momentum hari besar lainnya.

“Saat Hari Raya Nyepi juga ada tambahan sekitar 1.000 tabung, kemudian pada saat Lebaran tanggal 21, insyaallah kami kembali mendapat tambahan. Mudah-mudahan dengan adanya alokasi tambahan ini bisa menstabilkan harga,” lanjutnya.

Windi menjelaskan, jatah distribusi PT Nararya memang berada di kisaran 2.800 tabung per hari. Namun penyaluran tersebut hanya sampai pada tingkat pangkalan.

“Jatah kami memang kurang lebih 2.800 tabung per hari. Namun perlu kami sampaikan, jangkauan kami hanya sampai ke pangkalan,” ungkapnya.

Karena itu, pengawasan langsung terhadap harga di tingkat pengecer tidak sepenuhnya berada dalam kendali agen.

“Untuk tingkat pengecer, kami tidak bisa langsung mengontrol. Kami sudah menekankan kepada pangkalan agar menjual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah Kukar, yaitu Rp19.000 untuk radius di bawah 60 kilometer,” jelasnya.

Untuk wilayah dengan jarak distribusi lebih jauh, terdapat tambahan biaya sesuai ketentuan yang berlaku.

“Untuk wilayah di atas 60 kilometer, ada tambahan Rp30 per kilometer sesuai ketentuan. Jadi tidak ada kenaikan harga dari agen maupun Pertamina,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan skema harga yang diterapkan dalam rantai distribusi LPG 3 kilogram.

“Dari agen, kami menjual ke pangkalan di harga Rp16.500, dan pangkalan wajib menjual Rp19.000,” ujarnya.

Jika ditemukan harga yang melambung di tingkat pengecer, menurut Windi hal tersebut berada di luar jangkauan agen, meskipun pengawasan terhadap pangkalan tetap dilakukan.

“Kalau ada harga yang tidak terkendali di tingkat pengecer, itu di luar jangkauan kami. Namun kami tetap melakukan pengawasan terhadap pangkalan. Jika ada pangkalan yang melanggar, bisa langsung kami tindak karena mereka terikat kontrak,” katanya.

Untuk memastikan distribusi tetap berjalan sesuai ketentuan, PT Nararya juga rutin melakukan monitoring di lapangan. Windi juga memperkirakan permintaan LPG biasanya kembali meningkat beberapa hari setelah Hari Raya.

“Mudah-mudahan kondisi ini bisa bertahan hingga setelah Lebaran, meskipun biasanya dua sampai tiga hari setelah Lebaran permintaan kembali meningkat,” tutupnya. (moe)

Editor : Indra Zakaria