Ruang Kabid di Kantor Bupati Kukar Terbakar, Api Sempat Menjalar ke Plafon Gedung
Elmo Satria Nugraha• Jumat, 22 Mei 2026 | 14:59 WIB
Kebakaran di Gedung D Kantor Bupati yang segera dipadamkan Disdamkarmatan Kukar (Istimewa)
PROKAL.CO, TENGGARONG – Kebakaran terjadi di Gedung D Kantor Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat pagi (22/5/2026). Api muncul di ruang kepala bidang Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar yang berada di lantai tiga dan sempat menjalar ke bagian plafon serta dinding ruangan.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatam) Kukar bergerak cepat setelah menerima laporan warga sekitar pukul 07.20 Wita, sesaat sebelum pelaksanaan apel pagi.
Kepala Disdamkarmatam Kukar, Fida Hurasani yang akrab disapa Afe’, mengatakan awalnya petugas menerima laporan dugaan korsleting listrik sehingga personel hanya bersiap membawa alat pemadam api ringan (APAR).
Namun beberapa saat kemudian, laporan kedua masuk dengan informasi api sudah membesar sehingga petugas langsung menerjunkan unit pemadam ke lokasi.
“Telepon pertama itu mengatakan ada korsleting listrik, jadi teman-teman membawa APAR. Tapi begitu mau membawa APAR, telepon kedua masuk, ‘apinya besar, Pak’. Jadi teman-teman langsung mengondisikan dengan unit,” ujarnya.
Saat tiba di lokasi, kobaran api disebut sudah merambat ke bagian plafon dan dinding ruangan. Material interior berupa wallpaper dan lapisan plywood membuat api cepat menyebar di dalam ruangan.
“Memang pada saat sampai di sana, api sudah menjalar ke plafon dan ke dinding karena pakai wallpaper. Di sebelahnya juga seperti plywood,” jelas Afe’.
Petugas kemudian langsung melakukan pemadaman terarah dengan fokus pada sumber api sehingga kobaran berhasil dikendalikan dalam waktu singkat.
“Begitu kita lihat sumber api, langsung dipadamkan dan berhasil,” katanya.
Menurut keterangan saksi di lokasi, sumber api diperkirakan berasal dari area di antara pemanas air dan kulkas yang berada di ruangan tersebut.
Meski sempat menimbulkan kepulan asap di lantai tiga gedung, api berhasil dipadamkan sekitar tujuh menit setelah proses penanganan dilakukan.
“Alhamdulillah tidak butuh waktu lama. Mungkin sekitar tujuh menit api sudah bisa dipadamkan. Jadi tinggal pendinginan dan pengeluaran asap karena di situ minim ventilasi,” ungkapnya.
Untuk mempercepat sirkulasi udara dan mengeluarkan asap yang terjebak di dalam gedung, petugas juga terpaksa memecahkan salah satu kaca bangunan setelah berkoordinasi dengan pemerintah daerah.
“Saya juga tadi mohon izin dengan Pak Bupati dan Pak Sekda, ada salah satu kaca yang sengaja kami pecah untuk membuat ventilasi, untuk mengeluarkan asap yang sudah terkurung di dalam ruangan di lantai itu,” jelasnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun insiden itu kembali menjadi perhatian terkait sistem keselamatan dan jalur evakuasi di kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Kukar yang sebagian bangunannya telah berusia puluhan tahun. (moe)