Mahasiswa Samboja Hidupkan Kembali HIMASJA, Bangun Ruang Kolaborasi untuk Daerah
Elmo Satria Nugraha• Minggu, 31 Mei 2026 | 19:50 WIB
Penyerahan berkas kepada Ketua HIMASJA terpilih periode 2026-2028, Leonardy Syamsurya Maherza (Istimewa)
PROKAL.CO, TENGGARONG – Setelah sempat vakum dalam beberapa waktu terakhir, Himpunan Mahasiswa Samboja (HIMASJA) resmi bangkit kembali. Kebangkitan organisasi kedaerahan tersebut ditandai melalui pelaksanaan Kongres IX yang digelar di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Sungai Seluang, Kecamatan Samboja, Sabtu (30/5/2026).
Kongres itu menjadi momentum penting bagi mahasiswa asal Samboja untuk kembali menyatukan langkah. Tak hanya sebagai agenda pemilihan kepengurusan baru, forum tersebut juga menjadi titik awal menghidupkan kembali peran HIMASJA sebagai wadah berhimpun, berdiskusi, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi hadir dalam kegiatan tersebut. Antusiasme peserta menunjukkan masih kuatnya keinginan generasi muda Samboja untuk memiliki ruang bersama dalam memperjuangkan gagasan dan kepedulian terhadap kampung halaman.
Ketua HIMASJA Periode 2021-2023, Habib Fajar Saputra, mengapresiasi semangat mahasiswa yang terus menjaga eksistensi organisasi meski sempat mengalami kevakuman.
“Saya berterima kasih kepada teman-teman mahasiswa Samboja yang hari ini masih peduli terhadap HIMASJA,” ujarnya.
Menurut Habib, organisasi kedaerahan memiliki fungsi strategis dalam membentuk karakter kepemimpinan, memperluas jejaring, sekaligus menjadi sarana pengabdian bagi mahasiswa kepada daerah asalnya.
“Organisasi kedaerahan ini jangan dianggap sebelah mata. Ini menjadi ruang bagi teman-teman untuk mengabdi kepada daerah asal,” katanya.
Dalam kongres tersebut, Leonardy Syamsurya Maherza, mahasiswa Universitas Mulawarman, terpilih sebagai Ketua Umum HIMASJA periode 2026-2028 secara aklamasi.
Pria yang akrab disapa Leon itu menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan komitmennya untuk menghidupkan kembali organisasi sekaligus memperkuat solidaritas mahasiswa Samboja yang tersebar di berbagai perguruan tinggi.
“Mari kita saling bersinergi dan menguatkan untuk menghidupkan kembali HIMASJA,” ujarnya.
Leon menilai HIMASJA pernah menjadi organisasi yang aktif dan memiliki kontribusi besar dalam menghimpun mahasiswa asal Samboja. Karena itu, ia berharap organisasi tersebut kembali menjadi wadah yang produktif dan relevan bagi generasi muda.
Menurutnya, masih banyak persoalan maupun potensi daerah yang membutuhkan perhatian mahasiswa, mulai dari isu pendidikan, sosial, hingga pembangunan wilayah yang kini terus berkembang.
“Banyak yang harus kita lakukan untuk Kecamatan Samboja. Mari saling peduli dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi daerah,” tutupnya.
Kebangkitan HIMASJA diharapkan tidak hanya menjadi simbol kembalinya sebuah organisasi mahasiswa, tetapi juga menjadi awal lahirnya gagasan dan kontribusi nyata generasi muda untuk mendukung kemajuan Samboja di tengah berbagai tantangan pembangunan yang terus berkembang. (moe)