PROKAL.CO, TENGGARONG – Kebakaran hebat melanda sebuah warung penjual bahan bakar minyak (BBM) eceran di Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Rabu (3/6/2026). Peristiwa itu tidak hanya menghanguskan bangunan warung, tetapi juga menyebabkan satu warga mengalami luka bakar dan harus menjalani perawatan medis.
Korban mengalami luka bakar pada kedua tangan serta bagian kepala setelah kobaran api tiba-tiba membesar dan menyebar ke seluruh bangunan. Saat kejadian, korban diketahui berada di lokasi ketika api mulai muncul.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kutai Kartanegara, Fida Hurasani, mengungkapkan kebakaran diduga bermula dari kebocoran tabung LPG 3 kilogram yang digunakan saat aktivitas memasak di dalam warung.
“Sepertinya ada proses masak-memasak di warung itu, kemudian terjadi kebocoran tabung gas dan langsung menyambar api. Apalagi di lokasi juga terdapat BBM yang dijual secara eceran,” ujar pria yang akrab disapa Afe' ini saat dihubungi.
Keberadaan bahan bakar yang tersimpan di dalam warung diduga membuat kobaran api dengan cepat membesar. Dalam hitungan menit, si jago merah melalap hampir seluruh bagian bangunan dan mempersulit proses pemadaman.
Petugas pemadam menerima laporan sekitar pukul 09.34 WITA dan langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Namun besarnya api serta banyaknya material mudah terbakar membuat proses penanganan berlangsung cukup lama.
Api baru berhasil dikendalikan sekitar pukul 11.30 WITA setelah petugas berjibaku melakukan pemadaman selama hampir dua jam.
Selain keberadaan BBM eceran, konstruksi bangunan yang didominasi material kayu turut mempercepat penyebaran api. Kondisi itu membuat kerusakan yang ditimbulkan semakin besar sebelum petugas berhasil menguasai keadaan.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun satu orang yang mengalami luka bakar harus dievakuasi dan mendapatkan perawatan di RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti Samboja.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat tingginya risiko kebakaran di lokasi usaha yang menyimpan bahan mudah terbakar, terutama jika berada dalam satu bangunan dengan aktivitas memasak menggunakan LPG.
Afe' mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi tabung gas dan instalasi pendukung sebelum digunakan. Langkah pencegahan dinilai jauh lebih penting dibanding menghadapi dampak kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian besar bahkan korban jiwa.
“Kalau ada tanda-tanda kebocoran, segera lakukan pengecekan dan jangan digunakan sebelum dipastikan aman. Pencegahan menjadi hal paling penting agar kebakaran tidak terjadi,” tegasnya. (moe)
Editor : Indra Zakaria