Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Petaka Kantuk di Kilometer 15: Truk Hantam Pembatas Jembatan dan Terjun ke Jurang Loa Janan, Sopir Tewas di Tempat

Redaksi Prokal • Senin, 22 Juni 2026 | 07:45 WIB
Kondisi truk terguling yang menewaskan sopir di di Jalan Soekarno-Hatta Km 15, Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan. (ist)
Kondisi truk terguling yang menewaskan sopir di di Jalan Soekarno-Hatta Km 15, Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan. (ist)

PROKAL.CO- Dini hari yang tenang di jalur penghubung Balikpapan-Samarinda mendadak berubah menjadi petaka kelam. Sebuah truk Isuzu berwarna putih dengan nomor polisi KT 86**  YJ mengalami kecelakaan tunggal hebat di Jalan Soekarno-Hatta Km 15, Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan. Kendaraan besar tersebut kehilangan kendali, menghantam keras beton pembatas jembatan, hingga akhirnya terjun bebas ke dalam jurang. Insiden maut ini merenggut nyawa sang sopir, Suryadi, yang mengembuskan napas terakhirnya langsung di lokasi kejadian.

Sementara itu, nasib lebih beruntung dialami oleh sang penumpang bernama Taufik. Pemuda berusia 25 tahun tersebut berhasil selamat dari maut meski harus menderita luka-luka di sekujur tubuhnya, dan langsung dilarikan ke RSUD IA Moeis Samarinda guna mendapatkan perawatan medis intensif.

Kapolsek Loa Janan, AKP Abdillah Dalimunthe, membeberkan kronologi awal bahwa truk maut tersebut sejatinya sedang melaju dalam kecepatan sedang dari arah Balikpapan menuju Samarinda. Keadaan di sekitar lokasi kejadian pun sebenarnya sangat mendukung untuk berkendara dengan aman.

"Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, kendaraan berjalan dari arah Balikpapan menuju Samarinda dengan kecepatan sedang. Sesampainya di lokasi kejadian, kendaraan oleng ke kanan, menabrak pembatas jembatan lalu masuk ke jurang," ujar AKP Abdillah Dalimunthe saat memberikan keterangan resminya.

Berdasarkan hasil investigasi lanjutan dari pihak kepolisian, faktor cuaca cerah dan kondisi jalan cor aspal yang mulus berpasangan marka jalan jelas, memperkuat dugaan bahwa insiden ini murni akibat kelalaian manusia. Faktor kelelahan fisik disinyalir menjadi pemicu utama sang sopir kehilangan kendali atas kemudinya di lintasan lurus tersebut.

"Diduga pengemudi mengantuk sehingga kehilangan konsentrasi saat berkendara. Akibatnya kendaraan keluar jalur dan terjadi kecelakaan," jelas Abdillah kemudian.

Sesaat setelah menerima laporan dari warga sekitar, personel kepolisian langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Petugas segera berjibaku mengevakuasi jasad korban, mengamankan TKP, mengurai arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan, hingga mengamankan bangkai truk berkerusakan 35 persen tersebut sebagai barang bukti dengan taksiran kerugian materiil mencapai Rp25 juta.

Berkaca dari tragedi memilukan ini, pihak kepolisian melempar peringatan keras bagi para pengemudi, khususnya armada angkutan barang yang kerap menembus pekatnya malam dalam perjalanan lintas kota.

"Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jika merasa lelah atau mengantuk, sebaiknya berhenti dan beristirahat terlebih dahulu agar tidak membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya," pungkas Abdillah tegas. (*)

Editor : Indra Zakaria
#lakalantas