Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ribuan RT di Kukar akan Kelola Rp150 Juta Melalui Program RT-Ku Terbaik, Penguat Pemberdayaan Masyarakat

Elmo Satria Nugraha • Selasa, 23 Juni 2026 | 17:11 WIB
Kepala DPMD Kukar, Arianto saat menjelaskan program RT-Ku Terbaik (Elmo/Prokal.co)
Kepala DPMD Kukar, Arianto saat menjelaskan program RT-Ku Terbaik (Elmo/Prokal.co)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Program RT-Ku Terbaik yang menjadi salah satu program dedikasi sekaligus janji politik Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin, resmi memasuki tahap implementasi. Setelah diluncurkan pada Selasa (23/6/2026), ribuan Rukun Tetangga (RT) di Kukar bersiap menerima dukungan fiskal senilai Rp150 juta per RT untuk memperkuat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat lingkungan.

Pemerintah Kabupaten Kukar kini mulai mempersiapkan tahapan lanjutan agar program tersebut dapat berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar Arianto mengatakan seluruh regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan program telah diselesaikan sebelum peluncuran dilakukan.

“Untuk Program RT-Ku Terbaik ini ada dua Peraturan Bupati. Perbup pertama mengatur Program RT-Ku Terbaik itu sendiri, sedangkan satu Perbup lainnya khusus mengatur pendamping yang akan mengawal pelaksanaan program ini,” ujarnya.

Selain menyusun regulasi, pemerintah daerah juga telah menyiapkan tenaga pendamping yang akan bertugas mengawal pelaksanaan program di lapangan.

“Setelah seluruh regulasi selesai, kami juga melakukan rekrutmen tenaga pendamping. Atas izin Bupati, hari ini kita launching program ini dan setelah peluncuran, kegiatan berikutnya adalah sosialisasi terkait implementasinya,” katanya.

Tahapan sosialisasi menjadi bagian penting sebelum program berjalan penuh. Mengingat anggaran nantinya disalurkan melalui kecamatan, maka aparatur kecamatan akan menjadi sasaran utama dalam proses pembekalan teknis.

“Karena nanti anggarannya melalui kecamatan, maka yang menjadi fokus utama sosialisasi adalah teman-teman di kecamatan, para camat dan jajarannya. Kita akan menyampaikan bagaimana mekanisme pelaksanaannya,” jelasnya.

Ia menerangkan, pelaksanaan program akan diawali dengan penyusunan rencana kegiatan di tingkat RT yang kemudian diverifikasi sebelum dapat direalisasikan.

“Mulai dari perencanaan di tingkat RT, proses verifikasi perencanaan, sampai pelaksanaan kegiatan. Setelah pelaksanaan, ada evaluasi dan pertanggungjawaban yang juga harus dilaksanakan. Mudah-mudahan tidak ada masalah,” ujarnya.

Program RT-Ku Terbaik sendiri dirancang untuk memberikan ruang yang lebih besar kepada masyarakat dalam menentukan kebutuhan pembangunan di lingkungannya masing-masing.

Dana yang diterima RT dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan yang mendukung kesejahteraan masyarakat, mulai dari penguatan ketahanan sosial, pemberdayaan masyarakat, hingga operasional kegiatan kemasyarakatan.

“Tadi sudah kami sampaikan, program ini bisa digunakan untuk kegiatan yang berkaitan dengan ketahanan sosial, pemberdayaan masyarakat, infrastruktur, maupun operasional,” kata Arianto.

Khusus kegiatan infrastruktur, pemerintah menetapkan batas maksimal penggunaan anggaran sebesar 10 persen dari total dana yang diterima.

“Kita batasi maksimal 10 persen untuk kegiatan infrastruktur. Anggaran itu bisa digunakan untuk kebutuhan lingkungan masyarakat RT maupun sarana pendukung seperti pos atau fasilitas siskamling,” jelasnya.

Untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan, DPMD juga telah membuka rekrutmen tenaga pendamping yang diberi nama Pendekar Terbaik. Mereka akan bertugas membantu proses pendampingan, pengawasan, hingga pelaporan kegiatan di lapangan.

“Kami sudah mengumumkan perekrutan Pendekar Terbaik tingkat kecamatan. Untuk tingkat desa dan kelurahan syaratnya sama, tidak ada perbedaan antara kecamatan, desa maupun kelurahan,” ujarnya.

Arianto berharap program yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Aulia-Rendi tersebut benar-benar mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat hingga ke tingkat RT.

“Itu bentuk penekanan kepada kita semua agar benar-benar serius melaksanakan program ini supaya berdampak kepada masyarakat,” katanya.

Peningkatan dukungan anggaran yang dibarengi kenaikan insentif ketua RT diharapkan mampu memperkuat peran RT sebagai ujung tombak pembangunan dan pelayanan masyarakat.

“Karena itu juga insentif RT sudah kita naikkan, sehingga mereka bisa mengelola, mengumpulkan, dan mengarahkan anggaran yang ada agar benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Dengan rampungnya regulasi, rekrutmen pendamping, serta dimulainya tahapan sosialisasi, Program RT-Ku Terbaik kini memasuki fase pelaksanaan. Pemerintah berharap dana Rp150 juta yang akan mengalir ke ribuan RT di Kukar dapat menjadi instrumen percepatan pembangunan berbasis lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari level paling bawah. (moe)

Editor : Indra Zakaria
#kutai kartanegara