Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Koperasi TKBM Kuala Samboja Perkuat Peran Dongkrak Kesejahteraan Masyarakat Lewat RAT 2025

Elmo Satria Nugraha • Selasa, 30 Juni 2026 | 12:36 WIB
RAT Tahun Buku 2025 TKBM Kuala Samboja di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong (Elmo/Prokal.co)
RAT Tahun Buku 2025 TKBM Kuala Samboja di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong (Elmo/Prokal.co)
 

PROKAL.CO, TENGGARONG – Di balik aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Kuala Samboja, terdapat ratusan kepala keluarga yang menggantungkan penghidupan dari keberadaan Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Karya Sejahtera. Karena itu, menjaga koperasi tetap sehat bukan hanya soal tata kelola organisasi, tetapi juga menyangkut keberlangsungan ekonomi masyarakat.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi TKBM Karya Sejahtera Pelabuhan Kuala Samboja Tahun Buku 2025 yang digelar di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong, Selasa (30/6/2026). Mengusung tema "Konsisten Melaksanakan Permenkop Nomor 6 Tahun 2023 dan SKB 2 Dirjen 1 Deputi Tahun 2011", koperasi menegaskan tekad memperkuat tata kelola sekaligus meningkatkan kesejahteraan para anggotanya.

Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kutai Kartanegara, Muhammad Reza, mengatakan keberadaan Koperasi TKBM memiliki dampak ekonomi yang besar karena menaungi tenaga kerja dalam jumlah yang tidak sedikit.

Saat ini, Koperasi TKBM Karya Sejahtera memiliki 30 unit kerja dengan ratusan anggota yang menggantungkan mata pencaharian dari aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Kuala Samboja.

"Semakin berkembang kegiatan usaha koperasi, tentunya akan ada penambahan anggota. Semakin banyak anggota yang bergabung, tentu semakin besar manfaatnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Samboja," ujarnya.

Reza meyakini, konsistensi koperasi melaksanakan RAT setiap tahun menjadi indikator penting. Bahwa organisasi berjalan sehat, transparan, dan memiliki akuntabilitas kepada seluruh anggota.

"Alhamdulillah koperasi ini melaksanakan RAT setiap tahun. Itu menandakan koperasi ini sehat, karena memiliki bentuk pertanggungjawaban yang sehat dan transparan," katanya.

Sesuai ketentuan Permenkop Nomor 6 Tahun 2023 dan SKB 2 Dirjen 1 Deputi Tahun 2011, dalam satu pelabuhan hanya diperbolehkan terdapat satu koperasi TKBM. Karena itu, koperasi dituntut terus menjaga kesehatan organisasi agar mampu menjalankan fungsi pelayanan secara berkelanjutan.

Mengingat tingginya risiko kerja anggota TKBM, yang sehari-harinya bekerja di lautan. Reza berharap koperasi ini terus meningkatkan kompetensi anggota-anggotanya. Sebagaimana TKBM Karya Sejahtera terus berkoordinasi dengan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja terkait keselamatan dan kesehatan kerja.  

"Karena anggota TKBM bekerja di kapal dan di pelabuhan untuk melakukan kegiatan bongkar muat. Jadi mereka harus memiliki kompetensi yang memadai dan koperasi harus berkomitmen menjaga keselamatan serta kesehatan kerja seluruh anggotanya," pintanya.

Ketua Koperasi TKBM Karya Sejahtera Kuala Samboja, La Ode Mbena, mengatakan tema RAT tahun ini menjadi pengingat bahwa konsistensi merupakan fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan koperasi.

"Konsistensi dalam bekerja, konsistensi dalam melayani, dan konsistensi dalam menjalankan aturan yang menjadi pedoman kita bersama," ujarnya.

Saat ini, kepatuhan terhadap regulasi menjadi kunci agar koperasi dapat berkembang secara tertib, sehat, dan berkelanjutan.

Ia berharap RAT tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga menjadi ruang musyawarah yang mampu melahirkan keputusan terbaik bagi seluruh anggota.

"Koperasi bukan hanya tentang angka dan laporan, tetapi juga tentang solidaritas, kepercayaan, dan kerja sama," ucapnya.

Sementara itu, perwakilan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Kuala Samboja, Rezki, mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor bongkar muat.

Selain mendorong penyempurnaan administrasi koperasi, pihaknya juga menekankan pentingnya sertifikasi tenaga kerja agar kompetensi anggota semakin meningkat.

"Semua tenaga kerja dituntut memiliki sertifikasi. Dengan adanya sertifikasi, kompetensi mereka menjadi lebih jelas sehingga pelaksanaan pekerjaan bisa berjalan lebih baik," katanya.

Rezki juga mengingatkan tingginya risiko pekerjaan di kawasan pelabuhan. Karena itu, seluruh pekerja diminta disiplin menggunakan alat pelindung diri (APD) serta mematuhi standar keselamatan kerja.

"Kita ingin Pelabuhan Kuala Samboja mencapai zero accident, tidak ada kecelakaan kerja di laut pada tahun ini," tegasnya.

Ke depan, penguatan tata kelola koperasi, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta komitmen menjaga keselamatan kerja diharapkan tidak hanya memperkuat pelayanan bongkar muat di Pelabuhan Kuala Samboja, tetapi juga memperluas manfaat ekonomi bagi semakin banyak masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor tersebut. (moe)

Editor : Indra Zakaria
#kutai kartanegara