Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Bupati Kukar Ingin IKA PMII Tak Sekadar Berkumpul, tetapi Ikut Merumuskan Masa Depan Daerah

Elmo Satria Nugraha • Selasa, 30 Juni 2026 | 12:40 WIB
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menghadiri Muscab V IKA PMII Kutai Kartanegara (Istimewa)
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menghadiri Muscab V IKA PMII Kutai Kartanegara (Istimewa)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Sebuah daerah tidak hanya dibangun melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh gagasan yang lahir dari para intelektual. Ketika ruang diskusi dan pengalaman para alumni mampu dirangkum menjadi rekomendasi, arah pembangunan pun memiliki peluang menjadi lebih tepat sasaran.

Harapan itu menjadi pesan utama Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) V Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kukar di Gedung Serbaguna DPRD Kukar, Senin (29/6/2026). Menurutnya, forum tersebut tidak cukup hanya menghasilkan ketua baru, tetapi juga harus melahirkan gagasan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Aulia menyebut Muscab adalah forum tertinggi organisasi untuk menentukan arah kepemimpinan sekaligus memperkuat konsolidasi alumni. Namun yang lebih penting, kata dia, energi besar yang dimiliki IKA PMII harus dapat diterjemahkan menjadi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

"Semoga Muscab ini dapat berlangsung dengan baik, penuh soliditas, dan menjunjung tinggi semangat kekeluargaan. Dengan demikian, energi besar yang dimiliki IKA PMII dapat turut disalurkan untuk bersama-sama mendukung pembangunan di Kabupaten Kutai Kartanegara," ujarnya.

Ia berharap forum tersebut menghasilkan berbagai rekomendasi strategis yang dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menyusun arah pembangunan Kukar ke depan.

"Kami berharap melalui Muscab ini dapat dirumuskan sejumlah poin penting yang berkaitan dengan kebijakan pembangunan di Kabupaten Kutai Kartanegara untuk kemudian disampaikan kepada pemerintah daerah sebagai bahan masukan," katanya.

Aulia mengatakan, pemerintah membutuhkan ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi alumni yang dihuni para akademisi, profesional, birokrat, maupun tokoh masyarakat. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan IKA PMII dinilai penting untuk menghadirkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan terhadap aktivitas organisasi kemahasiswaan maupun organisasi alumni sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia di Kukar.

"Saya tetap berkomitmen untuk mendukung berbagai kegiatan pergerakan mahasiswa maupun organisasi alumni pergerakan mahasiswa. Dukungan tersebut kami berikan, baik secara pribadi maupun dalam kapasitas saya sebagai Bupati Kutai Kartanegara," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Muscab V IKA PMII Kukar, Hendra, mengatakan forum tersebut dirancang tidak hanya sebagai agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat soliditas kader dan alumni serta membangun kemitraan yang lebih erat dengan pemerintah daerah.

"Kepengurusan yang terpilih nantinya diharapkan mampu menghadirkan inovasi baru agar organisasi semakin adaptif terhadap tantangan pembangunan di Kukar," tuturnya.

Hingga pembukaan Muscab berlangsung, panitia mencatat enam nama telah menyatakan kesiapan maju sebagai calon Ketua IKA PMII Kukar, yakni Al Hifni A, Nila Ariana, Erri Suparjan, Wahyudi, Rakhamdhan, dan Ismail Panda Lubis.

Siapa pun yang terpilih nantinya, tantangan berikutnya bukan hanya menjaga soliditas organisasi, tetapi juga memastikan gagasan yang lahir dari IKA PMII benar-benar memberi kontribusi bagi pembangunan Kutai Kartanegara. (moe)

Editor : Indra Zakaria
#kutai kartanegara