Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kukar Dihadapkan Efisiensi, Festival Erau 2026 Tetap Bergulir dengan Kesultanan Sebagai Pelaksana

Elmo Satria Nugraha • Jumat, 3 Juli 2026 | 14:21 WIB
Prosesi Mengulur Naga di perhelatan Erau tahun 2024 lalu (Elmo/Prokal.co)
Prosesi Mengulur Naga di perhelatan Erau tahun 2024 lalu (Elmo/Prokal.co)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah daerah, masyarakat Kutai tetap dapat menantikan Festival Erau Adat Kutai 2026. Tradisi budaya yang telah diwariskan turun-temurun itu dipastikan tetap digelar pada pertengahan September mendatang sebagai wujud komitmen menjaga identitas dan warisan budaya daerah.

Meski tahun ini penyelenggaraannya dilakukan dengan pola berbeda, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara memastikan seluruh prosesi adat tetap berjalan tanpa mengurangi nilai sakral yang menjadi ruh Festival Erau.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar Heriansyah mengatakan, persiapan pelaksanaan Erau sudah mulai berjalan. Sejumlah rapat koordinasi terus dilakukan bersama berbagai pihak untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana sesuai jadwal.

Pelaksanaan Festival Erau 2026 telah memperoleh persetujuan Bupati Kutai Kartanegara bersama Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Saat ini, fokus persiapan diarahkan pada pembentukan tim pelaksana.

“Atas persetujuan Bupati dan setelah mendapat restu dari Kesultanan, Erau tetap akan dilaksanakan dengan pola kolaborasi,” jelasnya.

Selain itu, Disdikbud juga mulai mematangkan konsep penyelenggaraan, termasuk menyiapkan sejumlah pertunjukan seni yang akan menjadi bagian dari rangkaian Erau. Salah satunya adalah tari kolosal yang membutuhkan proses latihan dan produksi dalam waktu cukup panjang.

Heriansyah menegaskan, Festival Erau tetap menjadi salah satu agenda prioritas daerah meskipun pemerintah sedang melakukan penyesuaian fiskal. Karena itu, konsep penyelenggaraan disusun dengan mengedepankan efisiensi tanpa menghilangkan makna budaya yang terkandung di dalamnya.

“Kami berupaya seefektif mungkin memaksimalkan anggaran yang tersedia untuk Erau tahun ini. Meskipun kondisi keuangan daerah sedang mengalami tekanan,” lanjut Heriansyah.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan Erau 2026 akan menggunakan skema hibah kepada Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Melalui mekanisme tersebut, kesultanan akan menjadi pelaksana utama seluruh rangkaian kegiatan, sementara Disdikbud berperan melakukan pendampingan dan koordinasi.

Ia mengatakan, skema hibah dipilih sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi keuangan daerah, sekaligus memastikan prosesi adat tetap berada di bawah otoritas Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura sebagai pemegang tradisi.

“Karena alokasi anggaran di dinas kami mengalami pemangkasan. Sementara kegiatan-kegiatan yang bersifat sakral dalam Erau akan dilaksanakan sepenuhnya oleh pihak Kesultanan.”

Dengan pola tersebut, pemerintah berharap Festival Erau tetap mampu menjadi ruang pelestarian budaya, sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat sebagaimana penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya.

Tahapan pembentukan panitia dan pematangan rangkaian acara kini terus dilakukan. Pemerintah bersama Kesultanan menargetkan seluruh persiapan rampung sebelum September, sehingga Festival Erau 2026 dapat kembali menjadi perayaan budaya terbesar di Kutai Kartanegara yang dinantikan masyarakat maupun wisatawan. (moe)

Editor : Indra Zakaria
#Erau #kutai kartanegara