PROKAL.CO, TENGGARONG – Upaya menghidupkan kembali Jam Bentong sebagai pusat informasi pariwisata di Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menunjukkan hasil. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar memilih mengoptimalkan fasilitas yang telah tersedia dengan menggandeng komunitas dan pelaku ekonomi kreatif agar kawasan tersebut kembali ramai aktivitas.
Langkah itu dilakukan secara bertahap melalui penyediaan ruang berkegiatan, akses internet gratis, hingga mendorong penyelenggaraan berbagai event komunitas. Harapannya, Jam Bentong tidak hanya menjadi pusat informasi wisata, tetapi juga ruang publik yang aktif mendukung promosi pariwisata daerah.
Kabid Pemasaran Pariwisata Dispar Kukar, Awang Ivan Akhmad, mengatakan salah satu fokus pihaknya saat ini adalah memaksimalkan pemanfaatan Jam Bentong agar kembali berfungsi sebagai pusat informasi pariwisata sekaligus wadah aktivitas masyarakat.
"Salah satu langkah yang kami lakukan adalah memaksimalkan pemanfaatan Jam Bentong sebagai pusat informasi pariwisata," ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Jam Bentong memiliki sejumlah fasilitas yang mendukung berbagai kegiatan, mulai dari ruang yang cukup luas hingga jaringan internet yang memadai. Seluruh fasilitas tersebut kini dibuka untuk masyarakat, khususnya komunitas dan para kreator yang membutuhkan ruang untuk berkegiatan.
"Jam Bentong memiliki fasilitas ruang yang cukup luas dan akses internet yang baik. Fasilitas ini kami buka untuk umum dan kami tawarkan kepada komunitas maupun para kreator untuk berkegiatan di sana," katanya.
Respons masyarakat, lanjut Ivan, cukup positif. Dalam tiga pekan terakhir, sejumlah komunitas telah mengajukan permohonan penggunaan tempat dan mulai memanfaatkan Jam Bentong untuk berbagai aktivitas.
"Alhamdulillah, dalam tiga minggu terakhir sudah ada beberapa komunitas yang mengajukan surat peminjaman dan memanfaatkan Jam Bentong untuk berbagai aktivitas," ungkapnya.
Sebagai bagian dari upaya menghidupkan kawasan tersebut, pada Sabtu malam nanti juga akan digelar kegiatan bertajuk JBDJB yang sepenuhnya diinisiasi oleh komunitas. Dispar Kukar berperan menyediakan lokasi beserta fasilitas pendukung.
"Bahkan pada Sabtu malam nanti akan ada kegiatan bertajuk JBDJB yang sepenuhnya digarap oleh komunitas. Kami hanya menyediakan tempat dan fasilitas," jelasnya.
Ivan menambahkan, kolaborasi dengan komunitas menjadi strategi yang dipilih Dispar Kukar untuk menjaga aktivitas pariwisata tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran. Selain memperkuat promosi wisata berbasis digital, langkah tersebut juga diharapkan mampu mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif di Tenggarong.
"Ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang kami dorong di tengah efisiensi anggaran, sekaligus memanfaatkan digitalisasi untuk mendukung promosi pariwisata dan menggerakkan ekonomi kreatif," pungkasnya. (moe)
Editor : Indra Zakaria