Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Investasi Ratusan Miliar Sudah Digelontorkan, DPRD dan Camat Desak Jembatan Sebulu Segera Dituntaskan

Elmo Satria Nugraha • Kamis, 16 Juli 2026 | 20:09 WIB
Proyek Jembatan Sebulu (Elmo/Prokal.co)
Proyek Jembatan Sebulu (Elmo/Prokal.co)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Harapan masyarakat Sebulu untuk menikmati akses baru yang lebih cepat dan mendorong pertumbuhan ekonomi belum padam. Di tengah keterbatasan fiskal daerah, pembangunan Jembatan Sebulu dinilai harus terus dilanjutkan agar investasi ratusan miliar rupiah yang telah digelontorkan pemerintah tidak berhenti di tengah jalan.

Komitmen tersebut disampaikan DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Pemerintah Kecamatan Sebulu. Keduanya sepakat proyek strategis yang diperkirakan membutuhkan total anggaran hampir Rp900 miliar itu harus dikawal hingga tuntas dan dapat dimanfaatkan masyarakat.

Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani menegaskan lembaganya akan memperkuat fungsi pengawasan terhadap pembangunan jembatan, termasuk mengevaluasi pelaksanaan proyek maupun kinerja kontraktor apabila ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai ketentuan.

"Kalau ada kontraktor yang bekerja tidak sesuai ketentuan, tentu harus ditindak. DPRD juga akan melakukan pengawasan secara khusus," tegasnya.

Penghentian proyek lanjut Yani bukan menjadi pilihan. Sebab, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran dalam jumlah besar sejak pembangunan dimulai sehingga penyelesaiannya harus menjadi prioritas.

DPRD, lanjutnya, akan mengkaji berbagai kendala yang menyebabkan progres pembangunan belum optimal. Sejumlah alternatif pembiayaan juga mulai dibahas, mulai dari skema tahun jamak (multiyears), pinjaman daerah, hingga mendorong dukungan anggaran dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

"Jangan sampai dana yang sudah dikeluarkan menjadi sia-sia. Jembatan ini harus selesai dan bisa dimanfaatkan masyarakat," ujarnya.

Senada dengan itu, Camat Sebulu Edy Fachruddin menilai Jembatan Sebulu bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan kebutuhan masyarakat yang akan membuka konektivitas sekaligus menjadi penggerak ekonomi baru di wilayahnya.

Ia menjelaskan, pembangunan saat ini masih dilakukan secara bertahap karena kemampuan keuangan daerah yang terbatas.

"Karena keterbatasan kas daerah, tahun ini ada dianggarkan sekitar Rp80 miliar. Mudah-mudahan penyambungan besi jembatan itu segera direalisasikan," katanya.

Menurut Edy Fachruddin, pembangunan Jembatan Sebulu telah dimulai sejak 2024. Hingga kini progres pekerjaan diperkirakan baru mencapai sekitar 50 persen karena bentang utama jembatan masih belum tersambung.

Ia memperkirakan total kebutuhan anggaran proyek mendekati Rp900 miliar. Dari nilai tersebut, sekitar Rp200 miliar telah direalisasikan, sedangkan penyelesaian bentang tengah masih memerlukan dukungan pembiayaan yang cukup besar.

Karena itu, ia berharap Pemerintah Kabupaten Kukar terus membangun komunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum agar proyek tersebut dapat memperoleh dukungan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Edy meyakini, kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat menjadi faktor penting agar pembangunan tidak kembali tertunda.

"Harapan kami semua pemangku kepentingan bisa bersinergi. Ada bantuan dari APBN dan Bapak Bupati bisa mengomunikasikan penyelesaian jembatan ini. Karena jembatan ini merupakan sarana perekonomian baru yang sangat dibutuhkan masyarakat kita," pungkasnya. (moe)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kutai kartanegara