Korban Kebakaran Kelurahan Baru Tenggarong Kehilangan Segalanya, Pemkab Kukar Janjikan Pemulihan Rumah

Elmo Satria Nugraha • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02 WIB
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dan jajaran meninjau lokasi kebakaran di RT 7 Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong (Istimewa)
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dan jajaran meninjau lokasi kebakaran di RT 7 Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong (Istimewa)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Dalam hitungan menit, kehidupan Ariansyah berubah total. Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung keluarganya hangus dilalap api. Kini, yang tersisa hanyalah pakaian yang melekat di tubuhnya saat menyelamatkan istri dan anak dari kobaran api.

Musibah kebakaran yang melanda Jalan Al-Jawahir, RT 7 Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, Jumat (17/7/2026) dini hari lalu menghanguskan delapan rumah dan merusak tiga rumah lainnya. Sebanyak 16 kepala keluarga dengan total 58 jiwa terdampak dan harus kehilangan tempat tinggal.

Ariansyah mengaku menjadi orang pertama yang mengetahui kebakaran tersebut. Dari jendela kamarnya, ia melihat kobaran api mulai membesar. Tanpa berpikir panjang, ia bergegas keluar rumah untuk membangunkan warga agar segera menyelamatkan diri.

"Kebetulan yang pertama kali membangunkan warga memang saya. Saya melihat api dari jendela, kemudian langsung lari ke luar mencari bantuan dan membangunkan warga-warga," tuturnya.

Di tengah kepanikan, Ariansyah mengaku tak sempat menyelamatkan barang berharga maupun dokumen penting. Baginya, keselamatan keluarga jauh lebih utama daripada harta benda.

"Semua harta dan dokumen tidak ada. Kami cuma membawa baju yang melekat di badan saja. Alhamdulillah anak dan istri selamat," katanya.

Saat ini, Ariansyah bersama keluarganya menumpang di rumah kerabat yang lokasinya tidak jauh dari kawasan kebakaran. Ia berharap bantuan pemulihan yang dijanjikan pemerintah daerah dapat segera direalisasikan agar keluarganya kembali memiliki tempat tinggal.

"Saya berharap bantuan itu bisa segera direalisasikan. Kami punya anak dan istri yang membutuhkan tempat tinggal. Mudah-mudahan segera ada kemudahan dari pemerintah," pinta Ariansyah, mengharapkan segera bantuan pemerintah.

Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri yang meninjau langsung lokasi kebakaran pada Sabtu (18/7/2026) kemarin memastikan pemerintah daerah akan memprioritaskan pemulihan kebutuhan para korban. Langkah pertama yang dilakukan adalah memastikan warga terdampak dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari secepat mungkin.

"Kami hadir di tengah masyarakat untuk membantu menyelesaikan persoalan ini. Prioritas utama kami adalah memastikan warga bisa kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan baik," ujarnya.

Selain menyalurkan bantuan logistik dan uang tunai, Pemkab Kukar juga akan membantu pengurusan dokumen penting yang ikut terbakar, memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah bagi anak-anak korban, hingga memberikan dukungan kepada warga yang kehilangan sumber mata pencaharian agar dapat kembali berusaha.

Aulia juga memastikan proses pemulihan rumah akan segera dijalankan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kukar dengan melibatkan pemerintah kelurahan dan kecamatan sesuai mekanisme yang berlaku.

"Kami sudah menginstruksikan agar program pemulihan rumah segera dieksekusi sehingga warga yang terdampak bisa kembali memiliki tempat tinggal. Mekanismenya akan difasilitasi bersama pihak kelurahan dan kecamatan sesuai aturan yang berlaku," pungkasnya. (moe)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kutai kartanegara