PROKAL.CO, TENGGARONG – Harapan ratusan siswa SDN 002 Loa Janan untuk segera kembali belajar di ruang kelas yang layak mulai menemukan titik terang. Setelah kebakaran yang menghanguskan sebagian besar bangunan sekolah pada pertengahan Juli lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) kini mengupayakan pembangunan kembali melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT) agar proses belajar mengajar tidak berlarut-larut terganggu.
Langkah tersebut diambil menyusul kebakaran yang terjadi pada Rabu (15/7/2026) sore di SDN 002 Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan. Saat itu, api diduga bermula dari area kantin sebelum dengan cepat membesar dan melalap sejumlah ruang kelas serta fasilitas sekolah. Material bangunan yang mudah terbakar membuat api cepat menyebar, sementara proses pemadaman sempat terkendala keterbatasan sumber air di sekitar lokasi.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, pemerintah daerah menargetkan pembangunan kembali sekolah dapat mulai dianggarkan melalui APBD Perubahan 2026 dengan memanfaatkan dana BTT. Menurutnya, musibah kebakaran memenuhi kriteria penggunaan anggaran tersebut karena masuk dalam kategori bencana.
"Kami lagi mengupayakan agar itu dibangun dengan dana Belanja Tidak Terduga atau BTT. Karena ini kita anggap sebagai bagian dari bencana dan kita memiliki dana BTT di APBD," ujarnya, Senin (20/7/2026).
Aulia menilai mekanisme BTT menjadi solusi tercepat agar pembangunan tidak harus menunggu penganggaran reguler pada tahun berikutnya. Dengan begitu, para siswa tidak terlalu lama menjalani kegiatan belajar dalam kondisi darurat.
"Kami harap dana BTT itu bisa dialokasikan untuk membangun sekolah tersebut. Ini sesuatu yang tidak bisa kita tunda lagi. Kasihan anak-anak kita yang tidak bisa bersekolah," katanya.
Untuk mempercepat realisasi pembangunan, Bupati telah menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera menyelesaikan seluruh proses administrasi yang diperlukan.
"Kami sudah instruksikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Pelaksana BPBD untuk berkoordinasi sehingga proses ini bisa segera dieksekusi dengan baik," ungkapnya.
Ia memastikan koordinasi lintas perangkat daerah telah berjalan. Pemerintah berharap seluruh persyaratan administrasi dapat segera dirampungkan sehingga pembangunan kembali SDN 002 Loa Janan bisa dimulai dalam waktu dekat.
"Harapan kami pembangunan ini bisa segera dieksekusi agar kegiatan belajar mengajar kembali normal," tuturnya.
Sebelumnya, kebakaran yang melanda SDN 002 Loa Janan menyebabkan sejumlah ruang kelas, kantin, serta fasilitas penunjang sekolah rusak berat. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena kebakaran terjadi setelah aktivitas belajar mengajar selesai. (moe)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co