PROKAL.CO, TENGGARONG – Di tengah upaya petugas berjibaku memadamkan kebakaran di Gang Raul, Jalan Belida, Kelurahan Timbau, Senin (20/7/2026) malam, beredar informasi adanya kebakaran lain di Kelurahan Baru. Kabar tersebut sempat membuat sebagian petugas dan relawan waspada. Namun setelah dilakukan pengecekan, informasi itu dipastikan tidak benar.
Belakangan diketahui video yang beredar merupakan rekaman lama saat kebakaran besar di Jalan Al-Jawahir, Kelurahan Baru, yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Beredarnya informasi tanpa verifikasi itu nyaris memecah konsentrasi petugas yang sedang fokus menangani kebakaran di lokasi utama.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kutai Kartanegara (Kukar), Fida Hurasani, mengatakan informasi tersebut langsung ditindaklanjuti agar tidak mengganggu proses operasi pemadaman.
"Terkait informasi adanya kebakaran di Kelurahan Baru saat proses pemadaman di Jalan Belida berlangsung, setelah kami pastikan ternyata itu tidak benar. Video yang beredar merupakan video lama dari kebakaran di Jalan Al-Jawahir," ucap pria yang akrab disapa Afe' ini.
Afe' juga segera meminta seluruh personel dan relawan tetap tenang serta tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas sumbernya. Menurutnya, dalam situasi darurat, menjaga fokus petugas jauh lebih penting agar penanganan kebakaran tidak terganggu.
"Saat itu saya langsung meminta seluruh anggota dan relawan untuk tidak panik. Situasi seperti ini memang bisa saja terjadi, baik karena ada pihak yang iseng maupun karena informasi yang diteruskan tanpa verifikasi. Yang terpenting, kami tidak boleh kehilangan konsentrasi," katanya.
Ia menjelaskan, informasi mengenai dua titik kebakaran dengan status A1 sempat membuat sejumlah personel terkecoh. Namun Disdamkartan memilih tidak langsung mengerahkan armada tambahan sebelum memastikan kebenaran laporan tersebut.
"Saya tidak ingin fokus penanganan di lokasi utama terpecah. Bahkan beberapa anggota kami sempat terkecoh karena menerima informasi bahwa ada dua titik kebakaran yang sama-sama berstatus A1. Karena itu saya mengambil keputusan agar tidak ada unit yang bergerak sebelum dipastikan kebenarannya," jelasnya.
Sebagai langkah verifikasi, Disdamkartan hanya mengirim personel menggunakan kendaraan roda dua untuk melakukan pengecekan ke kawasan Kampung Baru dan Kelurahan Baru. Hasilnya, tidak ditemukan adanya kebakaran.
"Saya hanya mengirim personel bermotor untuk mengecek ke kawasan Kampung Baru dan Kelurahan Baru. Setelah dipastikan, ternyata tidak ada kebakaran di lokasi tersebut," ungkapnya.
Afe' menambahkan, satu unit dari Pos Pattimura juga sempat disiagakan dan belum diberangkatkan sebagai langkah antisipasi apabila laporan tersebut benar terjadi.
"Unit dari Pos Pattimura juga saya tahan lebih dulu sebagai langkah antisipasi apabila informasi tersebut benar. Jadi keputusan itu memang untuk berjaga-jaga," tuturnya.
Selain melakukan pengecekan di lapangan, Disdamkartan bersama relawan turut menelusuri asal mula informasi tersebut yang beredar di berbagai grup komunikasi. Menurut Afe', belum tentu penyebar pertama memiliki niat buruk karena bisa saja hanya meneruskan informasi yang diterimanya.
Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial dan aplikasi percakapan. Informasi yang belum terverifikasi sebaiknya tidak langsung diteruskan karena berpotensi menghambat penanganan keadaan darurat, memicu kepanikan, hingga mengganggu konsentrasi petugas di lapangan.
"Kami juga meminta teman-teman relawan membantu menelusuri dari mana informasi tersebut pertama kali beredar di grup-grup komunikasi. Bisa saja orang yang menyebarkan hanya meneruskan informasi yang diterimanya. Namun yang terpenting, kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar tidak mudah panik menerima informasi yang belum terverifikasi," pungkasnya. (moe)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co