PWI Kukar Bekali Wartawan Kode Etik dan Public Speaking, Tekankan Akurasi di Era Digital

Elmo Satria Nugraha • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 19:51 WIB
Pembukaan pelatihan KEJ dan Public Speaking bagi jurnalis yang digelar PWI Kukar (Ist/PWI Kukar)
Pembukaan pelatihan KEJ dan Public Speaking bagi jurnalis yang digelar PWI Kukar (Ist/PWI Kukar)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Derasnya arus informasi di era digital menuntut wartawan tidak hanya bekerja cepat, tetapi juga tetap berpegang pada etika dan akurasi. Menjawab tantangan itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar pembekalan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan pelatihan public speaking bagi insan pers.

Kegiatan bertema "Wartawan Cerdas Produk Jurnalistik Berkualitas" tersebut berlangsung di Gedung Serba Guna PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM), Jalan Lais, Kecamatan Tenggarong, Sabtu (25/7/2026). Pelatihan ini ditujukan untuk memperkuat kompetensi wartawan agar mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, berimbang, dan bertanggung jawab.

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar, Solihin, mengapresiasi komitmen PWI Kukar yang terus menghadirkan ruang peningkatan kapasitas bagi wartawan.
Menurutnya, pers memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial melalui pemberitaan yang objektif.

"Pers memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat, memberikan kritik yang membangun, serta menyajikan berita sesuai fakta di lapangan," ujarnya.

Ia berharap pelatihan tersebut semakin memperkuat profesionalisme wartawan di Kukar sehingga mampu menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan memberi manfaat bagi masyarakat. "Kami berharap seluruh wartawan di Kukar terus meningkatkan kualitas, menghadirkan informasi yang berimbang, serta memperkuat komitmen terhadap dunia pers yang sehat dan profesional," katanya.

Sementara itu, Ketua PWI Kukar Andi Wibowo menegaskan derasnya perkembangan teknologi digital membuat penyebaran informasi berlangsung sangat cepat. Namun, menurutnya, kecepatan tidak boleh menggeser prinsip dasar jurnalistik.

"Kecepatan tidak boleh mengalahkan kebenaran, dan popularitas tidak boleh mengalahkan integritas," tegasnya.

Pria yang akrab disapa Awi itu mengatakan kode etik jurnalistik bukan sekadar aturan yang harus dipahami, melainkan pedoman yang harus diterapkan dalam setiap proses kerja wartawan. Seorang jurnalis, lanjutnya, memiliki tanggung jawab menjaga akurasi, keberimbangan, serta independensi dalam setiap produk jurnalistik yang dihasilkan.

Selain itu, kemampuan berkomunikasi juga dinilai menjadi bekal penting bagi wartawan. Melalui pelatihan public speaking, peserta didorong mampu menyampaikan informasi secara jelas, runtut, dan bertanggung jawab, baik saat meliput maupun ketika berinteraksi dengan publik.

"Jadikan kegiatan ini sebagai ruang belajar, berdiskusi, dan memperkuat profesionalisme. Wartawan tidak hanya cepat memberitakan, tetapi juga benar dalam menyampaikan fakta yang ada di lapangan," pungkasnya. (moe)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kutai kartanegara