PROKAL.CO, TENGGARONG – Puluhan perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Simpang Odah Etam, Kelurahan Panji, Tenggarong, Sabtu (8/8/2026) malam. Untuk pertama kalinya, pelajar Kutai Kartanegara (Kukar) mendapat ruang khusus untuk mengenal langsung pilihan kampus di luar daerah sebelum menentukan langkah pendidikan setelah SMA.
Campus Fair 2026 Kukar berlangsung hingga Minggu (9/8/2026). Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang promosi perguruan tinggi, tetapi juga menjadi pintu bagi siswa untuk melihat bahwa kuliah di kampus ternama di luar Kalimantan bukan sesuatu yang harus ditakuti.
Puluhan perguruan tinggi yang hadir berasal dari berbagai wilayah, mulai Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jakarta, Sulawesi hingga Kalimantan Timur. Sejumlah kampus ternama seperti Universitas Indonesia, Telkom University, dan Universitas Hasanuddin Makassar turut hadir memperkenalkan pilihan pendidikan dan program studi kepada calon mahasiswa.
Ketua Panitia Campus Fair 2026 Kukar Rafif Fitra Yasa mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari pengalaman mahasiswa Kukar yang pernah menghadapi keterbatasan informasi ketika mencari perguruan tinggi.
“Semangat menggelar kegiatan ini dilatarbelakangi pengalaman kami ketika menjadi mahasiswa. Saat itu, kami sering mengalami keterbatasan dalam mendapatkan informasi mengenai perguruan tinggi di Indonesia,” kata Rafif.
Pengalaman tersebut mendorong mahasiswa Kukar yang tersebar di berbagai daerah untuk menggelar kegiatan serupa di kampung halaman. Mereka ingin siswa Kukar memperoleh informasi lebih luas sebelum memilih kampus, termasuk mengenai peluang beasiswa dan jalur masuk perguruan tinggi.
“Dari situ, mahasiswa Kukar lintas daerah Indonesia sepakat bahwa keterbatasan informasi seperti ini tidak boleh kembali terjadi,” ujarnya.
Rafif menyebut jumlah kampus yang mengikuti kegiatan perdana itu bahkan jauh melampaui perkiraan awal panitia. Semula panitia hanya menargetkan sekitar 10 perguruan tinggi, tetapi antusiasme kampus membuat jumlah peserta mencapai puluhan.
“Awalnya kami memperkirakan hanya sekitar 10 kampus yang hadir karena kegiatan ini baru pertama kali digelar. Namun ternyata target tersebut terlampaui hingga 300 persen,” jelasnya.
Bagi pelajar, keberadaan kampus-kampus dari luar daerah memberikan kesempatan untuk membandingkan pilihan secara langsung. Siswa dapat mengenali program studi, jalur penerimaan, hingga peluang pendidikan yang mungkin sebelumnya tidak mereka ketahui.
Rafif juga mengingatkan siswa agar tidak menunggu masa pendaftaran untuk mulai mempersiapkan diri. Menurut dia, persiapan masuk perguruan tinggi idealnya dilakukan sejak jauh hari.
“Yang terpenting adalah bagaimana mereka bisa mendapatkan edukasi sedini mungkin. Jangan sampai baru mempersiapkan diri satu bulan sebelum penutupan seleksi masuk kampus. Persiapannya harus dilakukan jauh-jauh hari, bahkan sejak tiga tahun sebelumnya,” tegasnya.
Selain perguruan tinggi, Campus Fair juga menghadirkan informasi mengenai sejumlah jalur pendidikan dan karier lain, termasuk cara masuk institusi Polri dan TNI. Informasi mengenai Beasiswa Kukar Idaman serta Gate School juga menjadi bagian dari edukasi yang diberikan kepada siswa.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Sunggono mengapresiasi inisiatif mahasiswa tersebut. Menurutnya, Campus Fair memberikan pencerahan, informasi, sekaligus pendampingan bagi calon mahasiswa yang sedang menentukan pilihan pendidikan.
“Yang luar biasa, hari ini ada puluhan perguruan tinggi yang hadir. Di antaranya perguruan tinggi ternama di Indonesia, termasuk Universitas Indonesia dan Telkom,” kata Sunggono.
Ia menilai kegiatan tersebut juga memberi manfaat bagi perguruan tinggi karena dapat memperkenalkan program studi dan prospek pendidikan mereka secara langsung kepada calon mahasiswa di daerah.
“Menurut saya, kegiatan ini banyak membantu. Kita patut memberikan apresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan ini,” ujarnya.
Sunggono juga menemukan hal lain di salah satu stan yang menurutnya menarik. Sebuah inovasi pengendali banjir yang masih berupa prototipe disebut diciptakan oleh anak-anak Kukar dan tengah disiapkan untuk diduplikasi dalam produksi nasional.
Di sisi lain, kegiatan ini juga berkaitan dengan upaya Pemkab Kukar memetakan anak-anak daerah yang belum melanjutkan pendidikan tinggi. Sunggono mengatakan pemerintah sedang merapikan data untuk memastikan program pendidikan, termasuk program Satu Rumah Satu Sarjana, dapat menjangkau sasaran secara lebih terstruktur.
“Tiga tahun yang lalu saya menyampaikan bahwa masih banyak anak-anak kita yang belum terdaftar di perguruan tinggi. Saya yakin sekarang jumlahnya sudah semakin berkurang,” katanya.
Panitia Campus Fair dihimpun dari mahasiswa Kukar yang sedang menempuh pendidikan di berbagai daerah, seperti Bandung, Yogyakarta, Malang, Makassar, Samarinda dan Balikpapan. Mereka menyatukan pengalaman dari kampus masing-masing untuk menghadirkan informasi pendidikan yang lebih luas bagi pelajar di daerah asal, difasilitasi Pemkab Kukar melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
Rafif mengatakan kegiatan perdana tersebut menjadi langkah awal. Ia berharap Campus Fair dapat terus digelar sehingga siswa Kukar tidak hanya memiliki lebih banyak pilihan, tetapi juga keberanian untuk mengejar pendidikan di berbagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
“InsyaAllah kegiatan ini akan terus berlanjut. Kami akan tetap mengusahakan agar mahasiswa bersama-sama dengan kepanitiaan bisa terus menghasilkan kegiatan seperti ini,” pungkasnya.
Salah satu peserta kegiatan adalah Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Nurul Ichsani, M.I.Kom selaku Kasubdit Penerimaan Mahasiswa Baru Dalam Negeri kampus ini menyambut baik adanya Campus Fair. Unhas sendiri memiliki tujuan untuk memberikan sosialisasi dan promosi pendidikan yang lebih luas di seluruh Indonesia.
"Peluang untuk masuk ke Unhas cukup besar. Kami sangat terbuka bagi calon mahasiswa dari provinsi-provinsi lain untuk melanjutkan pendidikan di Unhas. Kami juga mendorong masyarakat dari berbagai daerah untuk menempuh pendidikan lanjut di Unhas, baik program sarjana, magister, maupun doktor," ujar Nurul.
Untuk diketahui, Unhas adalah almamater Bupati Kukar Aulia Rahman Basri. Kehadiran Unhas di kegiatan ini merupakan undangan langsung dari Bupati selaku alumni Fakultas Kedokteran. Dan mereka sangat antusias mengikuti kegiatan ini sebagai ajang promosi.
"Kami juga melihat ada beberapa alumni Unhas yang berasal dari Kutai Kartanegara. Bahkan, mahasiswa baru Unhas yang berasal dari Kukar juga ikut terlibat dalam kegiatan pameran ini. Adik-adik dari Kukar harus lebih berani lagi untuk mendaftar dan melanjutkan pendidikan di Unhas," tutup Nurul.
Campus Fair 2026 Kukar diikuti Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda (UWGM), Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI), Sekolah Tinggi Teknologi Migas (STT Migas), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tenggarong (STIE Tenggarong), Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Institut Seni Budaya Indonesia Kalimantan Timur (ISBI Kaltim), Universitas Terbuka Samarinda (UT), STMIK Widya Cipta Dharma (STMIK WICIDA), Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda (ITKES WHS), Universitas Balikpapan (Uniba), dan Universitas Mulawarman (Unmul).
Dari luar Kalimantan, peserta di antaranya Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Universitas Tarumanagara (Untar), Universitas Sanata Dharma (USD), Universitas Negeri Malang (UM), Institut Ilmu Al-Qur'an Jakarta (IIQ Jakarta), Telkom University, Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Brawijaya (UB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Indonesia (UI).
Sementara dari kategori sekolah kedinasan, Campus Fair menghadirkan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN), Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD), dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Kehadiran puluhan institusi tersebut memberi pilihan yang lebih luas bagi pelajar Kukar. Campus Fair perdana ini diharapkan menjadi pijakan awal agar siswa berani melihat peluang pendidikan lebih jauh, termasuk menargetkan kampus-kampus ternama di berbagai daerah di Indonesia. (moe)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co