PROKAL.CO, TENGGARONG – Lautan merah putih membentang di Taman Pujasera Tenggarong, Senin (10/8/2026). Bendera-bendera kecil berpindah dari tangan Bupati, unsur Forkopimda, hingga Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura kepada tokoh agama, pemuda, paguyuban, dan anak-anak sekolah. Di tengah suasana menjelang Hari Ulang Tahun Ke-81 Republik Indonesia, pesan yang paling kuat disampaikan bukan sekadar ajakan mengibarkan bendera, melainkan menjaga persatuan dan tidak mudah dipecah belah oleh berbagai kepentingan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Nasional Pengibaran 10 Juta Bendera Merah Putih yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara ikut mengambil bagian dengan membagikan bendera kepada berbagai elemen masyarakat sebagai simbol kebersamaan menyambut bulan kemerdekaan.
Dalam sambutannya, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan gerakan ini bertujuan membangkitkan kembali semangat nasionalisme dan mengingatkan masyarakat pada perjuangan para pendiri bangsa yang telah membebaskan Indonesia dari penjajahan 81 tahun silam.
“Gerakan ini merupakan gerakan untuk membakar semangat nasionalisme kita, mengingatkan kepada kita semua bahwa 81 tahun yang silam ada sebuah gerakan membebaskan negara kita dari penjajahan, sehingga membuat kita merdeka di atas kaki kita sendiri,” ujarnya.
Menurut Aulia, semangat kemerdekaan harus dimaknai lebih luas, termasuk bagaimana daerah mampu berdiri kuat dan membangun dirinya sendiri melalui tata kelola pemerintahan yang baik.
“Kutai Kartanegara harus merdeka di atas kakinya sendiri. Merdeka dalam arti bahwa kita bisa membangun daerah ini dengan baik, kita bisa mengelola daerah ini dengan baik,” katanya.
Ia menegaskan Kukar merupakan bagian penting dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan memiliki posisi strategis sebagai salah satu daerah yang menjadi barometer pembangunan nasional, terutama dengan keberadaan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur.
Karena sejatinya, cita-cita pembangunan hanya dapat diwujudkan apabila kondisi daerah tetap aman, tenteram, dan harmonis.
“Ini semua bisa kita laksanakan ketika di daerah kita terbangun suasana yang kondusif, aman, tenteram, guyup, dan kita semua harmoni satu dengan yang lain,” tegasnya.
Pada momentum itu, Aulia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu-isu yang berpotensi memecah persatuan. Ia menilai dinamika politik yang berkembang saat ini tidak boleh mengganggu soliditas masyarakat Kukar.
“Jangan mudah kita untuk dipecah belah. Isu politik hari ini luar biasa begitu kencangnya,” ujarnya.
Untuk menunjukkan pentingnya persatuan, Aulia menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Kukar tetap berjalan bersama Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah.
“Sebagaimana yang Bapak-Ibu saksikan hari ini, kami Bupati Kutai Kartanegara selalu bersama-sama dengan Ayahanda Sultan Kutai Kartanegara, selalu bersama-sama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah. Kita semua solid. Tidak ada satu pun yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Aulia juga sampaikan komitmen pemerintah daerah untuk terus menjalankan program Kukar Idaman Terbaik di tengah segala keterbatasan. Menurutnya, apa pun tantangan yang dihadapi, program tersebut akan tetap menjadi arah pembangunan Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Melalui semangat 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, kami tegaskan kepada Bapak-Ibu sekalian, apa pun keadaannya, apa pun kondisinya, Kukar Idaman Terbaik tetap akan kita wujudkan dan kita laksanakan di Kabupaten Kutai Kartanegara,” tegasnya.
Ia mengakui tidak semua pihak memiliki pandangan yang sama terhadap program pembangunan pemerintah daerah. Namun hal itu, menurutnya, tidak akan mengubah komitmen untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat Kukar.
“Untuk seluruh warga masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara, Kukar Idaman Terbaik tetap menjadi acuan kita dan tetap kami akan hadiahkan untuk seluruh warga masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Aulia mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan HUT Ke-81 RI sebagai momentum menyatukan langkah dan memperkuat semangat gotong royong dalam membangun Kukar.
“Terakhir, sekali lagi, dengan semangat kemerdekaan ini, mari kita satukan langkah, satukan gerak, jangan mudah menyerah,” pungkasnya.
Melalui pembagian bendera yang dilakukan serentak bersama gerakan nasional di seluruh Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berharap semangat merah putih tidak hanya berkibar di tiang-tiang rumah warga, tetapi juga hidup dalam sikap saling menjaga persaudaraan, memperkuat persatuan, dan bersama-sama membangun Kukar yang aman, harmonis, dan maju menuju Kukar Idaman Terbaik. (moe)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co