PROKAL.CO, TENGGARONG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) mengambil langkah terhadap guru SMP di Tenggarong yang diduga mengirim pesan bernada pelecehan verbal kepada seorang siswi melalui WhatsApp. Kepala Disdikbud Kukar Muhammad Heriansyah mengatakan guru tersebut untuk sementara dipindahkan ke Koordinator Wilayah (Korwil) Tenggarong. Statusnya sebagai guru juga dihentikan sementara selama proses hukum berjalan.
“Untuk sementara yang bersangkutan akan kami pindahkan ke koordinator wilayah Tenggarong. Statusnya sebagai guru juga untuk sementara kami hentikan,” kata Heriansyah, Kamis (20/8/2026). Langkah tersebut diambil sembari menunggu proses hukum yang berjalan di kepolisian. Disdikbud Kukar menyerahkan pembuktian dugaan pelecehan tersebut kepada aparat penegak hukum.
“Kita ingin yang bersangkutan diproses secara hukum. Kami serahkan kepada pihak aparat penegak hukum untuk pembuktian, sambil menunggu proses tersebut kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” ujarnya.
Baca Juga: Bupati Kukar Siap Pecat Guru SMP di Tenggarong Jika Terbukti Lakukan Pelecehan Verbal
Sebelumnya, orang tua siswi melaporkan dugaan pelecehan verbal tersebut ke Polres Kukar. Dugaan pelecehan disebut terjadi melalui pesan pribadi WhatsApp yang dikirim guru kepada korban di luar waktu sekolah.
Akibat peristiwa tersebut, korban disebut tidak masuk sekolah sejak Juli karena merasa tidak aman. UPT Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kukar juga telah memberikan pendampingan dan pemulihan terhadap korban.
Heriansyah menegaskan, langkah Disdikbud saat ini bersifat sementara hingga proses hukum memberikan kepastian mengenai perkara tersebut. “Kami masih menunggu proses hukum dari Polri. Kalau sudah ada kepastian bahwa yang bersangkutan terbukti melakukan tindakan tersebut, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai ketentuan,” jelasnya. Sosialisasi terkait pencegahan pelecehan di lingkungan sekolah juga telah dilakukan. Namun, dengan jumlah guru yang hampir mencapai delapan ribu orang dan sekitar seribu sekolah, pembekalan dilakukan secara bertahap.
“Kami sudah melakukan sosialisasi, tetapi dengan jumlah guru hampir delapan ribu dan sekitar seribu sekolah, tentu pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Kami juga melihat sekolah-sekolah yang rentan,” paparnya. Disdikbud juga berencana memperkuat pembekalan bagi kepala sekolah dan guru. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan lingkungan pendidikan tetap aman dan kondusif bagi peserta didik.
“Ke depan kami juga akan melakukan pembekalan kepada kepala sekolah dan guru-guru. Harapannya dapat menciptakan kondisi sekolah yang kondusif, sehingga anak-anak dapat belajar dengan baik dan tidak terjadi pelecehan seksual seperti ini,” tandas Heriansyah. (moe)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co