PROKAL.CO, TENGGARONG – Jalan utama Muara Muntai yang ambruk akibat longsor tak lagi dipaksakan untuk dipulihkan di titik yang sama. Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) memilih membuka jalur baru dengan memanfaatkan tanah warga yang secara sukarela diwakafkan untuk kepentingan jalan.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, rencana tersebut diputuskan setelah dirinya meninjau langsung lokasi longsor pada Selasa (25/8/2026) malam dan menggelar rapat koordinasi dengan pihak terkait.
“Kita sudah berbicara dengan orang yang punya tanah yang di belakang itu dan beliau siap mewakafkan tanahnya untuk jalan. Kita akan belok ke belakang,” kata Aulia saat diwawancarai Rabu (26/8/2026).
Menurut Aulia, badan jalan lama sudah tidak memungkinkan untuk dipulihkan karena struktur tanah yang ambruk membentuk bidang longsoran cukup besar. Karena itu, jalur baru dinilai menjadi pilihan yang lebih memungkinkan untuk menjaga akses transportasi warga.
“Yang ambruk itu nggak bisa diapain lagi, sudah longsor. Karena dia bentuknya sudut segitiga. Ambruknya itu memotong begini, jadi kita nggak bisa bikin apa-apa lagi,” jelasnya.
Jalur baru tersebut akan dibangun di atas lahan milik warga yang berada di belakang titik longsor. Aulia menyebut terdapat dua pemilik lahan yang bersedia mewakafkan tanah mereka untuk pembangunan akses tersebut.
“Alhamdulillah ada dua orang yang punya tanah tersebut dan mereka mau mewakafkan tanahnya untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.
Pemkab Kukar kini berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan badan jalan baru sebelum memasuki musim hujan. Pasalnya, lahan yang akan digunakan merupakan tanah rawa yang kondisinya mengeras saat musim kemarau.
“Tapi memang kendalanya sekarang kita berpacu dengan waktu. Karena sebenarnya tanah di sana itu tanah rawa. Sekarang ini, hanya musim kemarau, itu menjadi keras,” kata Aulia.
Ia menargetkan pekerjaan dapat dikebut sebelum Oktober. Hal itu mengacu pada perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai peningkatan curah hujan pada periode tersebut.
“Nah, oleh karena kita mengejar sebelum Oktober ini bagaimana badan jalannya minimal sudah bisa kita selesaikan,” ujarnya.
Panjang jalur baru yang akan dibangun diperkirakan sekitar 100 meter. Pemkab Kukar masih menghitung kebutuhan anggaran serta menentukan metode penanganan, apakah badan jalan akan diperkuat dengan urukan atau menggunakan konstruksi jembatan.
“Hari ini saya baru dilaporkan dari PU, mereka menghitung berapa kebutuhan untuk penyelesaian. Kalau posnya kita gunakan dana BTT,” jelas Aulia.
Sementara itu, akses sementara di sekitar lokasi longsor telah dapat dilalui. PT JMS membantu penanganan dengan mengerahkan alat berat dan menghamparkan material batu di lokasi.
“Sudah, tadi malam kita memastikan itu bisa dilewati. Kita dibantu oleh perusahaan PT JMS yang menurunkan alat berat dan menghampar batu di sana,” katanya.
Namun, Aulia menegaskan persoalan utama tetap berada pada akses kendaraan roda empat. Kondisi badan jalan yang tersisa dinilai belum cukup aman untuk dilalui kendaraan berukuran besar.
Penanganan jalur baru menjadi prioritas karena ruas tersebut merupakan akses penting bagi mobilitas masyarakat Muara Muntai. Putusnya jalur berpotensi menghambat distribusi logistik hingga akses layanan darurat seperti ambulans.
“Kami ingin memastikan di sana tidak terjadi putus jalur transportasi. Karena kita paham bahwa ketika putus jalur transportasi, banyak daerah, utamanya di Kecamatan Muara Muntai, yang terganggu proses pengiriman logistik dan alur perpindahan orangnya yang ada di sana,” ungkap Aulia.
“Termasuk kalau di sana ada yang sakit, ambulans dan sebagainya, itu susah untuk lewat. Oleh karena itu, karena kami dilaporkan di sana dan yang kami ketahui itu merupakan satu-satunya jalur yang bisa digunakan untuk lewat, makanya kita melakukan penanganan segera,” sambungnya.
Selain jalur sementara dan pembangunan akses baru, Pemkab Kukar juga menyiapkan langkah penanganan darurat melalui penetapan lokasi sebagai kawasan bencana. Dengan status tersebut, pemerintah dapat menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) yang telah dialokasikan.
Ada empat langkah yang dirumuskan pada Selasa malam. Yang pertama, adalah melakukan upaya penanganan sementara sehingga kendaraan itu tidak terputus, mobil dan sepeda motor masih bisa lewat. Kedua, memasang rambu-rambu peringatan sehingga orang lebih berhati-hati. Ketiga, memasang lampu. Dan kempat, melakukan penanganan secara utuh.
Pemkab Kukar, kata dia, telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, bidang Bina Marga, serta bagian keuangan untuk mempercepat penanganan permanen.
“Ketika ini sudah ditetapkan sebagai bagian dari bencana, maka kita bisa menggunakan dana BTT yang sudah teralokasi,” pungkasnya. (moe)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co