Belasan Kabel LPJU Jalur Dua Tenggarong-Samarinda Dicuri, Dishub Kukar Lapor Polisi

Elmo Satria Nugraha • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:32 WIB
Kabel LPJU Jalur Dua Tenggarong-Samarinda yang dicuri (Istimewa)
Kabel LPJU Jalur Dua Tenggarong-Samarinda yang dicuri (Istimewa)

 

PROKAL.CO, TENGGARONG – Penerangan di sejumlah titik jalur dua Tenggarong-Samarinda kembali terganggu setelah kabel lampu penerangan jalan umum (LPJU) dicuri. Dalam sebulan terakhir, sedikitnya dua aksi pencurian terjadi dan berdampak pada belasan tiang LPJU.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar Ahmad Junaidi mengatakan, pencurian pertama berdampak pada sekitar 10 tiang atau sepanjang kurang lebih 700 meter. Aksi kedua menyasar sekitar tujuh gawang atau sekitar 500 meter.

“Dua kali kejadian selama bulan ini. Yang pertama itu sekitar 10 tiang, yang kedua sekitar tujuh tiang,” kata Junaidi, Rabu (26/8/2026).

Gawang merupakan jarak antara satu tiang dengan tiang lainnya. Dalam instalasi LPJU tersebut, jaraknya sekitar 50 meter untuk setiap gawang.

Kabel diduga dipotong di bagian dekat tiang. Kondisi tersebut membuat pelaku diperkirakan harus memanjat tiang untuk mengambil kabel.

“Tadi saya sudah perintahkan untuk pengawasan dan melaporkan ke pihak kepolisian, karena sudah dua kali kejadian,” ujarnya.

Pencurian kabel LPJU sebenarnya bukan kali pertama terjadi di jalur tersebut. Namun, menurut Junaidi, aksi serupa sempat tidak ditemukan selama lebih dari setahun sebelum kembali terjadi pada Agustus 2026.

Junaidi menjelaskan, sejumlah sistem LPJU menggunakan satu rangkaian yang melayani sekitar 20 lampu. Ketika kabel dalam rangkaian tersebut dicuri, seluruh lampu yang terhubung dapat ikut padam.

“Satu jaringan kabel itu menghidupi 20 lampu. Kalau diambil sebagian, yang 20 lampu itu mati,” jelasnya.

Kondisi tersebut turut memunculkan keluhan dari masyarakat karena lampu yang padam awalnya kerap dianggap mengalami kerusakan teknis. Padahal, setelah diperiksa, gangguan disebabkan kabel instalasi yang hilang.

“Kalau stok kabel kan kita masih ada, aman saja. Cuma yang meresahkan ini ada komplain dari masyarakat, lampu rusak, tahu-taunya kabelnya yang dicuri,” katanya.

Dishub Kukar telah menginstruksikan tim untuk melakukan perbaikan agar penerangan kembali berfungsi. Nilai kerugian akibat pencurian belum dapat dipastikan karena perangkat yang hilang merupakan instalasi yang telah terpasang sejak satu hingga dua tahun sebelumnya.

Untuk pengawasan, Dishub sebenarnya rutin melakukan patroli sekitar satu kali dalam sepekan. Namun, pihaknya belum mengetahui secara pasti kapan pencurian dilakukan maupun modus yang digunakan pelaku.

“Kurang paham siapa pelakunya, kemudian apa modusnya, belum tahu,” ujarnya.

Dishub Kukar juga menyiapkan laporan resmi kepada kepolisian. Ahmad mengatakan surat laporan telah diperintahkan untuk dibuat dan ditargetkan disampaikan paling lambat sehari setelah kejadian diketahui.

“Tadi baru saya perintahkan untuk suratnya, belum saya tanda tangan. Kemudian bisa hari ini atau paling lambat besok,” katanya.

Karena kejadian ini bukan sekali atau dua kali terjadi. Dan tak hanya terjadi di poros Samarinda-Tenggarong, tapi juga di jalur alternatifnya di Desa Jongkang, Loa Kulu. Junaidi menyebut tiga bulan lalu pencurian kabel ini terjadi, dan berdampak pada penerangan jalan.

Pencurian juga pernah di sekitar Jembatan Kutai Kartanegara, meski jumlah perangkat yang terdampak masih dalam pendataan.

Junaidi berharap aparat dapat mengungkap pelaku karena LPJU berkaitan langsung dengan kepentingan publik, terutama kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

“Ini kan kepentingan umum dan sangat berpengaruh terhadap kenyamanan serta keselamatan masyarakat pengendara,” pungkas Junaidi. (moe)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kutai kartanegara