Karhutla Kukar Capai 142 Kejadian, 1.304,58 Hektare Lahan Terbakar hingga Akhir Agustus 2026

Elmo Satria Nugraha • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 15:40 WIB
Kalak BPBD Kukar Setianto Nugroho Aji (Elmo/Prokal.co)
Kalak BPBD Kukar Setianto Nugroho Aji (Elmo/Prokal.co)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) belum menjadi persoalan yang ringan. Sepanjang Agustus 2026, tercatat 142 kejadian dengan total luasan lahan terbakar mencapai 1.304,58 hektare.

Data tersebut merupakan rekapitulasi laporan yang masuk ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan), pemerintah kecamatan, serta sumber lainnya hingga penutupan input data pada 31 Agustus 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kukar Setianto Nugroho Aji mengatakan, penanganan Karhutla terus dilakukan bersama unsur terkait. BPBD tidak bekerja sendiri, tetapi mengandalkan koordinasi dengan TNI-Polri, relawan, pemerintah kecamatan, serta tim gabungan di masing-masing wilayah.

"Untuk penanganan Karhutla, kami terus berkoordinasi dengan TNI-Polri, relawan, maupun tim gabungan penanggulangan Karhutla di tingkat kecamatan. Setiap ada laporan, kami koordinasikan penanganannya sesuai kondisi di lapangan dan selalu standby di posko," kata Setianto saat diwawancarai, Selasa (1/9/2026).

Besarnya luasan lahan terbakar dalam sebulan terakhir terutama dipengaruhi sejumlah kejadian dengan luasan puluhan hingga ratusan hektare. Kecamatan Sanga-Sanga menjadi wilayah dengan luasan terbesar, yakni 354 hektare dari lima kejadian.

Di Sangasanga, kebakaran di Kelurahan Pendingin tercatat mencapai 318 hektare. Selain itu, terdapat kebakaran di Kelurahan Sanga-Sanga Muara dan Kelurahan Jawa dengan luasan masing-masing 4 dan 15 hektare.
Muara Muntai juga mencatat luasan signifikan, yakni 202 hektare dari lima kejadian. Dua laporan di kawasan Desa Kayu Batu, Muara Leka dan Muara Aloh bahkan masing-masing mencatat luasan 74 dan 126 hektare.

Sementara itu, Muara Badak mencatat 186,255 hektare dari 24 kejadian. Salah satu kejadian terbesar terjadi di Desa Salo Palai pada 30 Agustus dengan luasan mencapai 70 hektare.

Kecamatan lain yang mencatat luasan besar ialah Samboja dengan 132 hektare dari 23 kejadian dan Muara Kaman dengan 132,399 hektare dari enam kejadian. Di Muara Kaman, kebakaran di Desa Sabintulung tercatat 50 hektare, sedangkan di Desa Puan Cepak mencapai 80 hektare.

Setianto menegaskan koordinasi lintas unsur tetap menjadi bagian penting dalam penanganan di lapangan. Terlebih, karakter kebakaran di setiap kecamatan berbeda sehingga membutuhkan penanganan sesuai kondisi dan akses menuju lokasi.

"Koordinasi terus kami lakukan, baik dengan TNI-Polri, relawan maupun tim gabungan yang ada di kecamatan. Kami juga terus memantau laporan dari lapangan sehingga ketika ada kejadian dapat segera ditindaklanjuti bersama," ujarnya.

Selain wilayah dengan luasan besar, frekuensi kejadian juga menjadi perhatian. Muara Jawa tercatat sebagai salah satu wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni 26 kejadian dengan total luasan 69,081 hektare. Salah satu kebakaran di kawasan Muara Jawa Tengah-Muara Jawa Ulu tercatat mencapai 40,87 hektare.

Di Tenggarong, terdapat 11 kejadian dengan total luasan 21,2 hektare. Kebakaran juga masih tercatat hingga 30 Agustus, salah satunya di Kelurahan Loa Ipuh Darat dengan luasan sekitar lima hektare.

Namun, BPBD mencatat data tersebut masih bergantung pada laporan yang diterima dari berbagai sumber. Dalam dokumen rekapitulasi, sejumlah kecamatan disebut belum seluruh laporannya masuk ke BPBD, di antaranya Kenohan, Muara Wis, Kota Bangun Darat, Samboja Barat dan Anggana.

Karena itu, angka 142 kejadian dan 1.304,58 hektare merupakan rekapitulasi laporan yang masuk hingga penutupan input data, bukan berarti seluruh kejadian di lapangan telah terdata secara menyeluruh.

Setianto memastikan pemantauan dan koordinasi penanganan tetap berjalan setelah periode pendataan Agustus berakhir. BPBD bersama unsur terkait diharapkan dapat merespons setiap laporan Karhutla yang muncul di wilayah Kukar.

"Kami tetap melakukan pemantauan dan koordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat. Penanganan di lapangan akan terus kami lakukan bersama-sama sesuai laporan dan kondisi masing-masing wilayah," pungkasnya. (moe)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kutai kartanegara