Cegah Stunting Sejak Dini, PAMA Baya dan Puskesmas Separi 3 Salurkan PMT dan Edukasi Gizi di 2 Desa

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 06:14 WIB
Cegah Stunting Sejak Dini, PAMA Baya dan Puskesmas Separi 3 Salurkan PMT dan Edukasi Gizi di Dua Desa
Cegah Stunting Sejak Dini, PAMA Baya dan Puskesmas Separi 3 Salurkan PMT dan Edukasi Gizi di Dua Desa

 
PROKAL.CO- Dalam upaya memperbaiki gizi anak, PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Distrik Baya bersinergi dengan Puskesmas Separi 3 menggelar kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita Bawah Garis Merah (BGM). Program kesehatan lintas sektor ini dilaksanakan secara terpusat bagi masyarakat di Desa Separi dan Desa Bukit Pariaman.

Tidak hanya sekadar memberikan bantuan gizi, kegiatan ini juga dirangkai dengan sesi penyuluhan kesehatan yang dibawakan langsung oleh dr Icok Luthfi Lesmana. Di hadapan para ibu balita, dr Icok memberikan edukasi mendalam mengenai betapa krusialnya pengaturan pola makan sehat untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak pada usia emas (golden age).

Secara khusus, dr Icok memberikan peringatan tegas kepada para orang tua agar menghindari pemberian makanan instan kepada anak. "Sangat tidak disarankan untuk memberikan makanan instan seperti mie instan kepada balita. Makanan tersebut sangat minim kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh anak, padahal di fase ini mereka sangat membutuhkan asupan protein, vitamin, dan mineral untuk mencegah gangguan pertumbuhan dan perkembangan otak," tegas dr. Icok.

Sementara itu, perwakilan CSR PAMA Baya, Rifauzar Yuzhar menyampaikan bahwa program PMT ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap kualitas kesehatan masyarakat di area ring satu operasional.

"Pencegahan stunting adalah investasi jangka panjang. Hal ini harus dicegah dan diintervensi sedini mungkin, bahkan sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Melalui kolaborasi bersama Puskesmas Separi 3 ini, PAMA Baya berkomitmen untuk terus hadir membantu pemerintah mengentaskan masalah gizi, agar generasi penerus di desa binaan kita dapat tumbuh menjadi anak-anak yang sehat, kuat, dan cerdas," ungkap Rifauzar Yuzhar.

Apresiasi tinggi juga datang dari Pimpinan Puskesmas Separi 3, Yusup Riduan. Menurutnya, persoalan balita BGM dan risiko stunting tidak dapat diselesaikan oleh sektor kesehatan saja, melainkan butuh partisipasi aktif dari pihak swasta dan masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas langkah nyata PAMA Baya yang terus konsisten mendampingi kami. Bantuan PMT ini sangat berarti untuk mendongkrak berat badan balita BGM. Harapan kami, melalui bantuan nutrisi ini serta pemahaman baru yang didapat orang tua dari penyuluhan dr. Icok, status gizi anak-anak di Desa Separi dan mewujudkan generasi masa depan Indonesia yang bebas stunting.Bukit Pariaman bisa segera pulih dan keluar dari garis merah," tutur Yusup Riduan.

Kolaborasi berkelanjutan antara PAMA Baya dan Puskesmas Separi 3 ini diharapkan dapat menjadi percontohan sinergi yang baik dalam mengawal kesehatan ibu dan anak, sekaligus mewujudkan generasi masa depan Indonesia yang bebas stunting. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
PAMA