58 Pejabat Dilantik, Bupati Kukar Tekankan Respons Cepat Hadapi Karhutla dan Kekeringan

Elmo Satria Nugraha • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 20:03 WIB
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri seusai melantik Camat Anggana Rokip dan pejabat administrator lainnya (Istimewa)
 Bupati Kukar Aulia Rahman Basri seusai melantik Camat Anggana Rokip dan pejabat administrator lainnya (Istimewa)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Sebanyak 58 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dilantik di Ruang Serbaguna Kantor Bupati Kukar, Jumat (18/9/2026).

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Kukar memastikan posisi strategis di tingkat kecamatan dan kelurahan terisi, terutama di tengah persoalan kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membutuhkan respons cepat di lapangan.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, sebagian besar pejabat yang dilantik merupakan pejabat di tingkat kecamatan dan kelurahan. Pengisian posisi tersebut dinilai penting untuk mempercepat koordinasi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, hingga desa dan kelurahan.

“Mengingat kondisi hari ini, penanganan di lapangan membutuhkan koordinasi yang cepat antara pemerintah kabupaten, pemerintah kecamatan, serta pemerintah desa dan kelurahan. Dengan begitu, penanganan terutama yang berkaitan dengan kekeringan akibat kemarau dan karhutla bisa dilakukan dengan baik,” kata Aulia.

Dari 58 pejabat yang dilantik, terdapat satu camat dan enam lurah. Rokip dipercaya sebagai Camat Anggana, menggantikan camat sebelumnya yang kini mendapat amanah sebagai Kepala BKPSDM Kukar.

Sementara enam lurah yang dilantik yakni Hidayatullah sebagai Lurah Sangasanga Dalam, Norhayati sebagai Lurah Mangkurawang, Mukosim sebagai Lurah Muara Jawa Ulu, Denny Dharma Wahyu sebagai Lurah Muara Kembang, Jahrawati W sebagai Lurah Sungai Seluang, serta Rio Pramana Putra sebagai Lurah Margomulyo.

Aulia meminta pejabat yang baru dilantik tidak hanya menjalankan fungsi administratif dari belakang meja. Mereka diminta segera turun ke wilayah masing-masing untuk melihat langsung persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kami mengarahkan teman-teman yang baru dilantik ini untuk segera turun ke lapangan, mengidentifikasi semua permasalahan yang ada dan melakukan penanganan-penanganan yang harus dilaksanakan,” tegasnya.

Khusus kepada Camat Anggana yang baru, Aulia menitipkan persoalan ketersediaan air bersih. Wilayah tersebut kini menghadapi intrusi air laut yang berdampak terhadap akses masyarakat terhadap air bersih.

“Tadi kami titip pesan kepada Camat Anggana yang baru, karena camat sebelumnya kita angkat menjadi Kepala BKPSDM. Di Anggana sudah terjadi intrusi air laut sehingga masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih,” ujarnya.

Menurut Aulia, kondisi tersebut membuat peran camat sebagai penanggung jawab wilayah menjadi penting. Camat diminta mampu mengoordinasikan langkah konkret untuk merespons persoalan yang dialami warga.

“Karena itu, posisi camat sebagai penanggung jawab wilayah menjadi sesuatu yang penting untuk mencarikan solusi konkret bagi warga masyarakat di Kecamatan Anggana,” pungkasnya. (moe/adv)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kutai kartanegara