Klinik Utama PKU Muhammadiyah Akan Hadir di Kukar, Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat

Elmo Satria Nugraha • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 23:59 WIB
Peletakan batu pertama pembangunan klinik utama PKU Muhammadiyah di Tenggarong (Elmo/Prokal.co)
Peletakan batu pertama pembangunan klinik utama PKU Muhammadiyah di Tenggarong (Elmo/Prokal.co)


PROKAL.CO, TENGGARONG – Fasilitas pelayanan kesehatan di Kutai Kartanegara (Kukar) kembali bertambah. Klinik Utama PKU Muhammadiyah mulai dibangun di Jalan Udang, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, ditandai dengan peletakan batu pertama, Sabtu (19/9/2026).

Klinik tersebut diproyeksikan memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat Kukar, khususnya di bidang kebidanan, kandungan dan anak. Dalam pengembangannya, fasilitas ini juga direncanakan dapat dilanjutkan menjadi rumah sakit ibu dan anak.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, Pemkab Kukar menyambut baik pembangunan klinik tersebut karena akan menambah pilihan fasilitas kesehatan bagi masyarakat.

“Tentunya kami dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara menyambut baik dan memberikan dukungan penuh atas dibangunnya klinik utama ini. Kehadiran fasilitas tersebut akan melengkapi fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara,” kata Aulia saat ditemui di lokasi pembangunan, Sabtu (19/9/2026).

Klinik utama itu berdiri di atas lahan seluas 4.800 meter persegi yang merupakan hibah dari Setia Budi. Pada tahap awal, pembangunan difokuskan untuk klinik utama sebelum dikembangkan sesuai rencana jangka panjang.

“Hari ini dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Klinik Utama PKU Muhammadiyah yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara. Klinik utama ini nantinya direncanakan untuk dilanjutkan menjadi rumah sakit, dan secara lebih spesifik direncanakan sebagai rumah sakit ibu dan anak,” ujarnya.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kukar Yamin Hadi Firmadi mengatakan pembangunan klinik merupakan bagian dari amanat Persyarikatan Muhammadiyah dalam memperkuat pelayanan kepada masyarakat, salah satunya melalui sektor kesehatan.

“Yang melatarbelakangi pembangunan ini tentunya amanat dari Persyarikatan Muhammadiyah. Kami berkonsentrasi pada pelayanan di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Apa yang kami laksanakan hari ini merupakan bagian dari bidang kesehatan,” katanya.

Yamin menjelaskan, pelayanan klinik nantinya diarahkan pada bidang kebidanan dan kandungan. Pelayanan anak juga menjadi bagian dari fokus fasilitas tersebut.

“Konsepnya kami berkonsentrasi pada pelayanan kebidanan, sehingga disebut sebagai klinik utama. Apalagi isu nasional saat ini salah satunya adalah masalah stunting,” ujarnya.

Ia berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat turut mendukung upaya penanganan stunting di Kukar melalui pelayanan obstetri, kandungan dan anak.

“Insyaallah dengan adanya klinik utama yang berkonsentrasi pada pelayanan obstetri, kandungan, dan anak, kami juga akan berperan serta dalam mengurangi angka stunting di Kutai Kartanegara,” tambah Yamin.

Rencananya, bangunan klinik terdiri dari dua lantai. Namun, pembangunan tahap pertama akan difokuskan pada penyelesaian lantai pertama.

Yamin menyebut target pembangunan berkisar enam bulan hingga satu tahun. Waktu penyelesaian tersebut tetap bergantung pada ketersediaan pendanaan.

“Saat ini anggaran yang tersedia sekitar Rp500 juta. Insyaallah ke depannya kebutuhan sekitar Rp2,6 miliar dapat terpenuhi melalui dukungan dari para dermawan yang ada di Kutai Kartanegara,” ungkapnya.

Pemkab Kukar berharap pembangunan dapat diselesaikan sesuai rencana agar masyarakat segera memperoleh manfaat dari layanan kesehatan tersebut.

“Kita berharap pembangunannya bisa cepat rampung sesuai dengan rencana, sehingga warga masyarakat dapat memanfaatkan layanan kesehatan ini. Ini juga melengkapi program Kukar Idaman Terbaik, yakni layanan berobat gratis cukup dengan KTP,” kata Aulia.

Aulia juga membuka ruang bagi pihak lain yang ingin ikut mengembangkan fasilitas kesehatan di Kukar. Menurutnya, pertumbuhan fasilitas kesehatan diperlukan untuk memperluas akses pelayanan bagi masyarakat.

“Fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara ini bisa terus tumbuh. Bukan hanya PKU Muhammadiyah, tetapi kalau ada pihak lain yang ingin membangun fasilitas kesehatan, baik rumah sakit maupun klinik swasta, kita dengan tangan terbuka siap mendukung dan membantu,” tuturnya.

Ia menegaskan pembangunan fasilitas kesehatan dari berbagai pihak merupakan bagian dari upaya memperluas pelayanan kepada masyarakat.

“Ini kita anggap sebagai bagian dari upaya memberikan layanan kesehatan terbaik bagi seluruh warga masyarakat yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara,” pungkas Aulia. (adv/moe)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kutai kartanegara