PROKAL.CO, TENGGARONG – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-244 Kota Tenggarong menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan di Kutai Kartanegara (Kukar) untuk memastikan pembangunan dan kekayaan daerah benar-benar dirasakan masyarakat.
Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani menegaskan, semangat berbagi yang terkandung dalam tema “Manunggal Raja Bersama Rakyatnya, Raja Menjamu Rakyatnya” harus diwujudkan melalui tanggung jawab bersama dalam menanggung beban masyarakat dan pembangunan.
“Berbagi itu artinya beban-beban masyarakat, beban-beban kita semua, dan beban-beban pembangunan harus kita tanggung bersama. Itulah makna berbagi. Raja menjamu rakyatnya, artinya kita bersama-sama membangun,” kata Ahmad Yani.
Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, harus mengambil peran masing-masing untuk mewujudkan kesejahteraan, kemandirian, dan pembangunan berkelanjutan yang tetap berlandaskan budaya Kutai Kartanegara.
Dia juga menekankan bahwa pembangunan Kota Tenggarong tidak bisa dipisahkan dari kepentingan masyarakat di seluruh wilayah Kukar. Sebagai ibu kota kabupaten, Tenggarong menjadi representasi bagi 20 kecamatan yang ada.
“Makna pembangunannya itu untuk seluruh Kabupaten Kutai Kartanegara dan masyarakat Kutai Kartanegara, bukan hanya Kota Tenggarong saja,” tegasnya.
Ahmad Yani berharap, di usia ke-244 tahun, Tenggarong semakin beradab, berbudaya, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dia juga mendorong Kukar untuk mewujudkan cita-cita sebagai daerah yang maju dan mandiri sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD).
“Ini bukan lagi usia yang muda. Di usia 244 tahun, artinya kita semakin dewasa untuk menggapai kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dalam konteks pembangunan, Ahmad Yani turut menyoroti hak daerah atas kekayaan sumber daya alam, termasuk dana bagi hasil (DBH) dan dana kurang salur yang diharapkan dapat diterima secara utuh oleh pemerintah daerah.
Dia menilai, penerimaan tersebut penting agar daerah memiliki kemampuan lebih besar untuk membiayai pembangunan dan memastikan manfaat kekayaan alam dapat dirasakan masyarakat.
“Kita berharap pemerintah pusat mengirimkan hasilnya, termasuk dana kurang salur dan dana bagi hasilnya ke daerah supaya daerah bisa membangun dengan budaya yang dimiliki,” ungkapnya.
Dia menegaskan, kekayaan daerah semestinya tidak berhenti pada angka penerimaan, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kukar.
“Karena itu adalah hak daerah yang harus sampai ke daerah. Kalau sudah sampai ke daerah, berarti harus sampai ke masyarakat dan dinikmati masyarakat,” lanjutnya.
Ahmad Yani juga menyinggung efisiensi anggaran yang telah diterapkan dalam pembangunan daerah, termasuk pada proyek infrastruktur jalan dan belanja pemerintah. Menurutnya, penyesuaian anggaran membuat tidak semua rencana pembangunan dapat dilaksanakan sekaligus.
Di sisi lain, dia mengingatkan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga adat istiadat dan budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah.
“Kita berharap generasi muda betul-betul menjadikan budaya sebagai bagian penting. Adat istiadat itu harus menjadi bagian dari pembangunan dan merupakan kekayaan yang harus kita lestarikan,” pungkasnya. (adv/moe)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co