PROKAL.CO, TENGGARONG – Rasa ingin tahu anak-anak tentang apa yang sebenarnya dilakukan anggota DPRD membawa rombongan TK ABA 1 Tenggarong dan SMP Karakter Bangsa Tenggarong Seberang berkunjung langsung ke Kantor DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu (30/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi para pelajar untuk melihat lebih dekat ruang kerja dan memahami fungsi DPRD, sekaligus mengenal peran Sekretariat DPRD yang selama ini mungkin hanya mereka kenal dari luar.
Plt Sekretaris DPRD Kukar Lukman mengatakan, Sekretariat DPRD terbuka terhadap sekolah yang ingin menjadikan kantor DPRD sebagai lokasi studi tur.
“Pada hari ini kami menerima studi tur sekaligus silaturahmi. Kunjungan pertama dari TK ABA 1 Tenggarong. Kemudian yang kedua dari SMP Karakter Bangsa dari Tenggarong Seberang,” kata Lukman.
Lukman menjelaskan, kunjungan TK ABA 1 Tenggarong memang telah dijadwalkan sejak lama. Para guru ingin membawa anak didiknya mengenal DPRD, mulai dari kedudukan, peran hingga fungsi lembaga tersebut.
Tidak hanya soal kelembagaan, anak-anak juga diajak melihat sarana pendukung yang tersedia di lingkungan DPRD. Hal itu penting karena kantor DPRD juga menjadi tempat yang dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah.
“Mereka juga ingin mengetahui sarana pendukung yang ada di DPRD. Karena tempat ini sering dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah, mereka juga melihat apakah sarana pendukungnya tersedia, misalnya taman bermain dan ruang menyusui,” ujarnya.
Sementara bagi SMP Karakter Bangsa, kunjungan tersebut menjadi bagian dari kegiatan yang menunjang ekstrakurikuler. Para siswa ingin mengetahui lebih jauh bagaimana DPRD bekerja dan menjalankan fungsinya sebagai lembaga legislatif daerah.
Dalam kesempatan itu, Sekretariat DPRD juga menjelaskan bahwa terdapat dua unsur dalam kelembagaan DPRD, yakni DPRD dan Sekretariat DPRD. Keduanya berada dalam satu kelembagaan, tetapi memiliki peran berbeda.
“Sekretariat DPRD bertugas melayani dan memfasilitasi anggota DPRD, sedangkan DPRD melaksanakan fungsi-fungsinya sebagai lembaga legislatif daerah,” jelas Lukman.
Rasa penasaran para siswa bahkan tidak berhenti pada penjelasan mengenai fungsi lembaga. Dari sejumlah pertanyaan yang disampaikan, Lukman menangkap keinginan anak-anak untuk merasakan langsung bagaimana menjadi anggota DPRD.
Anak-anak juga sempat ingin melihat ruang Badan Musyawarah (Banmus). Namun, keinginan itu belum dapat diwujudkan karena ruangan tersebut sedang digunakan untuk rapat atau rapat dengar pendapat (RDP).
Sebagai gantinya, rombongan diajak berkeliling melihat ruangan-ruangan yang ada di DPRD sekaligus mendapatkan penjelasan mengenai fungsi masing-masing.
Lukman juga mengenalkan keberadaan Badan Kehormatan (BK) DPRD kepada para pelajar. Ia memberikan gambaran sederhana agar fungsi lembaga tersebut lebih mudah dipahami anak-anak.
“Di bawah juga ada ruang Badan Kehormatan. Kalau di sekolah, mungkin fungsinya bisa dianalogikan dengan ruang konseling. Ketika ada masalah di sekolah, anak-anak bisa mendapatkan konseling. Di DPRD, ketika ada persoalan yang berkaitan dengan anggota DPRD, ada Badan Kehormatan yang menjalankan fungsinya,” terangnya.
Menurut Lukman, kunjungan semacam ini penting untuk mendekatkan lembaga DPRD kepada masyarakat sejak usia sekolah. Karena itu, Sekretariat DPRD Kukar tidak menutup diri terhadap sekolah lain yang ingin melakukan studi tur.
“Terbuka saja bagi sekolah-sekolah yang ingin melakukan studi ke sini. Tinggal kita melengkapi sarana pendukungnya,” tegasnya.
Keterbukaan tersebut juga sejalan dengan upaya pembenahan lingkungan Kantor DPRD Kukar. Lukman menyebut DPRD nantinya menjadi salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) yang dinilai dalam Adipura, sehingga aspek kebersihan dan sarana pendukung menjadi bagian yang perlu disiapkan.
“Banyak hal yang harus kita siapkan, termasuk sarana pendukung dan kebersihan. Itu tidak hanya di dalam, tetapi juga di luar, termasuk pengelolaan sampah, denda dan sebagainya,” pungkasnya. (adv/moe)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co