Bukan Sekadar Pusat Kuliner, Arbizz Space Disiapkan Jadi Destinasi Baru Tenggarong

Elmo Satria Nugraha • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 19:37 WIB
Arbizz Space saat ditinjau Bupati Kukar Aulia Rahman Basri (Elmo/Prokal.co)
Arbizz Space saat ditinjau Bupati Kukar Aulia Rahman Basri (Elmo/Prokal.co)

 

PROKAL.CO, TENGGARONG – Sebelum resmi diluncurkan, Arbizz Space di kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai Taman Pujasera Tenggarong ternyata sudah berjalan selama sebulan. Dari 58 tenan yang disediakan, seluruhnya telah dikontrak pelaku UMKM lokal Kutai Kartanegara (Kukar).

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar Muhammad Reza mengatakan, saat ini 54 tenan sudah mulai beroperasi. Sementara empat tenan lainnya masih dalam proses rehabilitasi.

“Dari 58 tenan yang ada di sini, semuanya sudah berkontrak. Memang saat ini yang beroperasi itu ada 54 tenan. Empat tenan masih dalam rehab,” kata Reza saat Launching Arbizz Space dan KukarGo di Panggung Arbizz Space Tenggarong, Sabtu malam (3/10/2026).

Menurut Reza, seluruh tenan tersebut diisi UMKM lokal Kukar. Bahkan, pelaku usaha yang berjualan di kawasan tersebut tidak hanya berasal dari Tenggarong.

Salah satunya berasal dari Kecamatan Kembang Janggut, tepatnya di kawasan dekat Hambau, yang membuka usaha kopi di Arbizz Space.

Kehadiran pelaku UMKM dari berbagai kecamatan itu menjadi bagian dari konsep Arbizz Space sebagai ruang usaha yang mempertemukan produk dan pelaku UMKM dari berbagai wilayah Kukar.

Di sisi lain, Reza optimis kawasan tersebut dapat berkembang menjadi salah satu ikon baru Tenggarong. Letaknya yang strategis dinilai menjadi modal awal untuk menarik masyarakat maupun wisatawan.

“Kita turun dari jembatan, itu sudah terlihat di Tenggarong. Ini salah satu ikon,” ujarnya.

Reza mengatakan, Pemkab Kukar memiliki target pengembangan Arbizz Space dalam jangka lima tahun. Namun, pada tahun pertama fokusnya adalah membangun keramaian terlebih dahulu agar masyarakat mengenal kawasan tersebut.

“Tahun pertama ini memang untuk keramaian dulu. Keramaian dulu biar tahu, nanti ke depannya ini menjadi salah satu ikonnya Tenggarong,” jelasnya.

Setelah itu, Arbizz Space diharapkan tidak hanya menjadi tempat kuliner, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata baru. Masyarakat yang datang ke Tenggarong diharapkan memiliki pilihan selain destinasi seperti Museum Mulawarman dan Pulau Kumala.

“Jadi orang ke sini bukan hanya ke museum dan ke Pulau Kumala, tetapi juga ini menjadi salah satu destinasi wisata bersamaan dengan pusat kulinernya,” katanya.

Untuk menjaga kawasan tetap hidup, Dinas Koperasi dan UKM Kukar melibatkan pihak ketiga dalam pengelolaannya. Kerja sama tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyewaan tenan, tetapi juga mencakup penyelenggaraan berbagai event.

Reza mengatakan, kegiatan tersebut akan digelar secara berkala untuk meningkatkan daya tarik kawasan sekaligus membuat Arbizz Space semakin dikenal masyarakat.

“Kita kontrak dengan pihak ketiga itu bukan hanya terkait dengan menyewakan tenannya, tapi juga memajukan kawasannya. Makanya kontrak kami juga dengan pihak ketiga pengelola di sini itu melakukan event-event,” ungkapnya.

Menurut dia, pola pengelolaan tersebut juga menjadi pilihan efisiensi bagi pemerintah daerah. Dinas Koperasi dan UKM dapat mengelola penyewaan tenan, sementara penyelenggaraan event dan pengembangan aktivitas kawasan ditangani pihak ketiga.

“Kalau kami di Dinas Koperasi dan UKM sendiri, untuk menyewakan saja bisa. Tapi untuk mengadakan event dan sebagainya ini butuh biaya. Kalau langsung dikelola oleh pihak ketiga, ini juga menjadi efisiensi bagi kita dan efektif juga untuk dilaksanakan,” pungkas Reza. (adv/moe)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Arbizz Space kutai kartanegara