PROKAL.CO, TENGGARONG – Program RT-Ku Terbaik di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai dijalankan Oktober 2026 dengan skema anggaran yang disesuaikan. Dari rencana awal sekitar Rp150 juta per RT, tahun ini setiap RT terlebih dahulu mendapat alokasi sekitar Rp50 juta.
Penyesuaian tersebut dilakukan karena waktu pelaksanaan program pada 2026 hanya tersisa sekitar tiga bulan. Besaran anggaran itu merupakan hasil kesepakatan antara DPRD Kukar dan eksekutif.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar Arianto mengatakan penyaluran anggaran Rp50 juta per RT akan dimulai secara bertahap pada Oktober.
"Untuk program RT-Ku Terbaik tahun 2026 ini ada koreksi kesepakatan bersama DPRD dengan eksekutif. Itu disalurkan Rp50 juta khusus tahun ini," ujar Arianto.
Dari alokasi tersebut, sekitar Rp29 juta diarahkan untuk operasional RT berupa insentif. Sementara sekitar Rp21 juta disiapkan untuk mendukung kegiatan yang dibutuhkan di tingkat RT.
Namun, penggunaan Rp21 juta tersebut belum ditetapkan secara spesifik. DPMD Kukar masih mengkajinya dengan mempertimbangkan sisa waktu pelaksanaan hingga akhir tahun serta kesiapan anggaran.
"Yang Rp21 juta itu penggunaannya apa, nanti masih dikaji. Kira-kira menyesuaikan waktu tiga bulan ini bisa terlaksana dan menyesuaikan kapan kesiapan semua anggaran itu disalurkan," jelas Arianto.
Sejumlah kebutuhan yang berpotensi dibiayai antara lain fasilitas internet gratis, pembangunan infrastruktur maupun operasional kegiatan gotong royong. Penentuan kegiatan akan mengacu pada usulan masing-masing RT.
"Apakah nanti digunakan untuk fasilitas internet gratis, apakah nanti digunakan untuk fasilitas infrastruktur, atau misalnya untuk operasional gotong royong, itu nanti masih kita lihat," katanya.
Dari sisi regulasi, Peraturan Bupati (Perbup) dan petunjuk teknis (juknis) program RT-Ku Terbaik disebut telah siap. Pendamping desa, kelurahan, dan kecamatan juga mulai aktif sejak 1 Oktober 2026 untuk memverifikasi usulan dari masing-masing RT.
DPMD Kukar selanjutnya akan memetakan seluruh usulan tersebut dan melakukan simulasi. Langkah ini diperlukan untuk memastikan kegiatan yang dipilih benar-benar memungkinkan direalisasikan dalam waktu yang tersisa.
Arianto menegaskan penyesuaian anggaran bukan berarti program dihentikan, melainkan disesuaikan dengan kemampuan pelaksanaan pada tahun pertama penerapannya.
"Nanti kita akan lihat usulan-usulan RT, kemudian kita simulasikan mampunya dilaksanakan apa," pungkasnya. (adv/moe)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co