PROKAL.CO, TENGGARONG – Saat sebagian warga masih terlelap, api membesar di kawasan permukiman Jalan Jenderal Sudirman, RT 7, Desa Muara Muntai Ulu, Kecamatan Muara Muntai, Jumat (9/10/2026) dini hari. Dalam hitungan waktu, kobaran api meluas hingga menghanguskan sekitar delapan bangunan, termasuk rumah toko dan kantor Bankaltimtara.
Kebakaran yang dilaporkan terjadi sekitar pukul 00.00 Wita itu baru berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 02.35 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tetapi kerugian materiil sementara ditaksir mencapai Rp2 miliar.
Berdasarkan laporan kejadian, api diduga pertama kali muncul dari bagian dapur rumah toko (ruko) yang digunakan untuk usaha penjualan pakaian dan kosmetik. Saksi melihat kepulan asap tebal disertai kobaran api yang sudah membesar.
Warga setempat sempat berupaya memadamkan api secara mandiri. Namun, kobaran sulit dikendalikan dan terus meluas di tengah kondisi permukiman yang padat, dengan mayoritas bangunan berbahan kayu.
Tim pemadam kebakaran dan relawan tiba di lokasi sekitar pukul 00.20 Wita. Pemadaman dilakukan menggunakan mesin portabel dan peralatan yang tersedia, dibantu relawan dari sejumlah desa di Kecamatan Muara Muntai serta unsur terkait lainnya.
Relawan yang terlibat berasal dari Desa Muara Muntai Ulu, Muara Muntai Ilir, Pulau Harapan, Rebaq Rinding, Kayu Batu, dan Batuq, bersama petugas Damkar dan relawan kecamatan. Koramil, Polsek, Dinas Perhubungan, serta pihak kecamatan turut berada di lokasi.
Meski upaya pemadaman dilakukan bersama-sama, api sulit dikendalikan karena cepat membesar. Cuaca panas dan angin kencang turut mempercepat penyebaran kobaran di antara bangunan yang berdekatan.
Delapan bangunan yang tercatat terbakar masing-masing milik pribadi, serta kantor Bankaltimtara dan dua rumah terdampak.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik dari rumah toko, tetapi kepastian penyebabnya menunggu pemeriksaan lebih lanjut oleh Polsek Muara Muntai melalui olah tempat kejadian perkara.
Data korban dan kerugian juga masih berpotensi berubah karena pendataan terhadap pemilik bangunan terdampak belum sepenuhnya rampung. (moe)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co