142 Gerai KDKMP Merah Putih Terbangun di Kukar, Operasional Menunggu Kelengkapan Sapras

Elmo Satria Nugraha • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 18:10 WIB
Kepala DiskopUKM Kukar Muhammad Reza (Elmo/Prokal.co)
Kepala DiskopUKM Kukar Muhammad Reza (Elmo/Prokal.co)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kutai Kartanegara (Kukar) terus berjalan. Dari total 237 titik yang direncanakan, sebanyak 142 titik telah terbangun. Namun, penyelesaian bangunan belum seluruhnya diikuti kelengkapan sarana dan prasarana untuk menunjang operasional koperasi.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar Muhammad Reza mengatakan, dari 142 titik yang sudah terbangun, sekitar 110 di antaranya telah mencapai penyelesaian fisik 100 persen. Meski demikian, status tersebut baru merujuk pada rampungnya bangunan, bukan kesiapan seluruh fasilitas untuk menjalankan usaha.

“Yang dimaksud 100 persen itu baru bangunan fisiknya saja, bangunannya sudah selesai. Jadi, yang sudah selesai secara fisik itu masuk kategori 100 persen, tetapi sarana dan prasarananya belum lengkap,” ujarnya saat diwawancarai melalui telepon, Jumat (9/10/2026).

Sejumlah perlengkapan masih ditunggu, mulai dari etalase hingga fasilitas pendukung klinik. Kelengkapan klinik di antaranya meja pasien, ruang tunggu, dan pendingin ruangan. Selain itu, masih diperlukan kendaraan operasional berupa truk dan kendaraan roda tiga.

Pengiriman perlengkapan mulai berjalan, meski jumlah yang tiba masih terbatas. Reza menyebut, dari sekitar 450 etalase yang tersedia, baru 18 unit yang diinformasikan telah datang. Pengiriman akan dilakukan bertahap untuk kemudian disalurkan ke sejumlah KDKMP.

Di sisi lain, pemerintah daerah mulai melakukan verifikasi dan validasi terhadap titik yang telah menyelesaikan pembangunan fisik. Pada tahap pertama, pemeriksaan dilakukan terhadap 79 titik dari sekitar 110 bangunan yang dinyatakan rampung secara fisik. Hasilnya akan ditinjau kembali oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Pemerintah menargetkan bangunan yang telah selesai secara fisik dapat dilengkapi sarana dan prasarananya tahun ini sebelum dioperasionalkan. Sementara itu, para manajer Koperasi Merah Putih mulai berdatangan dan menjalani pengarahan teknis untuk mendukung pengelolaan koperasi di desa dan kelurahan.

Reza menyebut, sekitar 74 manajer telah datang setelah mengikuti pembekalan bersama Kodim, Dinas Koperasi dan UKM Kukar, serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Provinsi Kalimantan Timur. Mereka kemudian diarahkan lebih lanjut oleh dinas sebelum menjalankan tugas di wilayah masing-masing.

Dalam rancangan usahanya, KDKMP memiliki sejumlah jenis usaha yang relatif seragam. Di antaranya gerai penjualan, apotek, klinik, serta penyediaan produk bersubsidi pemerintah seperti LPG, pupuk, dan minyak. Usaha simpan pinjam juga masuk dalam rencana, tetapi saat ini belum berjalan.

Khusus fasilitas apotek dan klinik, ruangan telah disiapkan di bagian kiri bangunan. Pengelolaannya nantinya akan melibatkan kerja sama dengan Dinas Kesehatan, termasuk pengaturan layanan bersama puskesmas.

"Jenis usaha penjualan lainnya nanti menyesuaikan potensi setiap desa dan kelurahan," lanjutnya.

Belum seluruh titik dapat dibangun dalam tahap yang sama. Menurut Reza, pembangunan dilakukan bertahap sesuai kebijakan pemerintah pusat. Pemerintah daerah bertugas menyiapkan lahan berdasarkan instruksi presiden, sedangkan proses pembangunan ditangani Agrinas setelah titik diajukan melalui portal.

Di Kukar, terdapat 11 titik desa dengan jumlah penduduk kurang dari 500 jiwa. Titik-titik tersebut direncanakan untuk digabung dengan desa lain sehingga tidak harus memiliki gerai tersendiri. Reza merujuk Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 tentang operasionalisasi gerai Merah Putih, yang disebutnya mengatur syarat minimal 500 jiwa untuk pembentukan gerai KDKMP.

Kendala geografis juga masih menjadi pertimbangan, terutama bagi desa yang berada di wilayah danau atau rawa dan belum memungkinkan dibangun dengan konstruksi biasa. Pemerintah daerah masih menunggu kebijakan mengenai kemungkinan penggunaan desain bangunan panggung atau bertiang untuk wilayah tersebut.

Di luar titik yang sudah terbangun, sejumlah lokasi juga telah disiapkan dan diajukan melalui portal untuk pembangunan tahap berikutnya. Pelaksanaannya menunggu proses dan jadwal secara bertahap.

"Targetnya, tahun ini bangunan yang sudah selesai 100 persen secara fisik akan dilengkapi sarana dan prasarananya. Setelah itu, baru dioperasionalkan," tutup Reza.

Dengan demikian, pekerjaan KDKMP di Kukar tidak hanya mengejar penyelesaian bangunan, tetapi juga memastikan fasilitas pendukung tersedia, pengelolaan siap berjalan, serta model pembangunan dapat menyesuaikan kondisi wilayah. Kelengkapan sarana dan prasarana menjadi salah satu tahap penting sebelum gerai-gerai tersebut mulai melayani masyarakat. (adv/moe)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kutai kartanegara